Harga BBM
Harga Bahan Pokok di Aceh Timur Tetap Stabil, Meski BBM Non-Subsidi dan Plastik Naik
"Semua bahan di tempat kami stabil, karena produsen belum menaikkan harga angkut," paparnya.
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Harga bahan pokok di Kabupaten Aceh Timur masih stabil meski terjadi kenaikan BBM non-subsidi dan plastik.
- Pantauan di pasar Idi Rayeuk menunjukkan harga kebutuhan sehari-hari relatif tidak bergerak.
- Pedagang Nauval menjelaskan kenaikan BBM non-subsidi belum berdampak karena biaya distribusi dari Sumatera Utara tidak naik.
- Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan BBM non-subsidi belum berdampak signifikan terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat.
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Stabilitas harga bahan pokok masih terjaga di Kabupaten Aceh Timur, meskipun terjadi kenaikan harga BBM non-subsidi dan plastik belakangan ini.
Kondisi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat hingga Senin (20/4/2026).
Pantauan harga di pasar Idi Rayeuk menunjukkan harga komoditas kebutuhan sehari-hari relatif tidak bergerak.
Salah satu pedagang bahan pokok pasar Idi Rayeuk, Nauval, membenarkan kondisi tersebut.
"Semua bahan di tempat kami stabil, karena produsen belum menaikkan harga angkut," paparnya.
Lebih lanjut Nuaval mengungkap bahwa kenaikan BBM Non subsidi yang terjadi belum berdampak pada biaya distribusi barang dari daerah pemasok utama yakni Sumatera Utara.
"Ya benar memang harga BBM Non subsidi naik, tetapi itu tidak berpengaruh pada harga barang, pihak pengiriman juga belum menaikkan tarif angkut saat sampai ke mari, " paparnya.
Nauval menambahkan salah satu barang yang naik hanya plastik.
Namun demikian, kenaikan tersebut belum ikut mendorong harga bahan pokok lain untuk ikut naik.
Ia menjelaskan bahwa harga plastik HD dan PE harga awal Rp 30.000 per kilo, kini nail menjadi Rp 50.000 per kilo.
Kantong juga begitu harga Rp 12.000 naik menajdi Rp 18.000.
Baca juga: BERITA POPULER- 3 Kriteria Menteri yang Kena Reshuffle, Harga BBM 18 April, Putra Aceh Jadi Kajatisu
Harga bahan pokok di Aceh Timur:
Untuk komoditas beras, Cap Sinar Jaya dijual seharga Rp 14.200 per kilogram, sementara Cap Walet berada di harga Rp 15.000 per kilogram.
Beras premium jenis Cap Pak Tani dan Cap Kawan Setia masing-masing dijual di angka Rp 15.700 per kilogram.
Adapun Beras SPHP tersedia di harga Rp 13.100 per kilogram.
Untuk kedelai, jenis lokal tidak tersedia di pasaran, sementara kedelai impor dijual seharga Rp 13.000 per kilogram.
Harga cabai merah keriting tercatat Rp 28.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar tidak tersedia.
Cabai rawit merah dijual Rp 40.000 per kilogram dan cabai rawit hijau Rp 28.000 per kilogram.
Bawang merah berada di harga Rp 38.000 per kilogram, bawang putih Rp 35.000 per kilogram, dan bawang bombai Rp 35.000 per kilogram.
Gula pasir curah dijual seharga Rp 20.000 per kilogram, sedangkan gula pasir dikemas premium berada di angka Rp 23.000 per kilogram.
Minyak goreng curah tersedia di harga Rp 22.000 per liter, minyak goreng premium Rp 24.000 per liter, dan Minyakita Rp 15.700 per liter.
Tepung terigu dijual seharga Rp 12.000 per kilogram.
Daging ayam ras dijual seharga Rp 34.000 per kilogram, sementara telur ayam ras berada di harga Rp 27.000 per kilogram.
Untuk daging sapi, paha belakang dan paha depan masing-masing dijual Rp 160.000 per kilogram, sandung lamur Rp 80.000 per kilogram, dan tetelan Rp 50.000 per kilogram.
Ayam kampung ukuran sedang dijual Rp 55.000 per ekor, sementara telur ayam kampung Rp 65.000 per kilogram.
Ikan bandeng dijual seharga Rp 40.000 per kilogram, ikan kembung Rp 45.000 per kilogram, dan ikan tongkol Rp 35.000 per kilogram.
Ikan teri asin tercatat di harga Rp 120.000 per kilogram, sedangkan udang segar dijual Rp 80.000 per kilogram.
Tomat dijual seharga Rp 10.000 per kilogram, ketimun Rp 8.000 per kilogram, sawi hijau Rp 12.000 per kilogram, dan kangkung Rp 10.000 per kilogram.
Kacang panjang berada di harga Rp 8.000 per kilogram, kentang Rp 12.000 per kilogram, pisang lokal Rp 18.000 per kilogram, dan jeruk lokal Rp 35.000 per kilogram.
Jagung pipilan tersedia di harga Rp 8.000 per kilogram, sementara ketela pohon dijual Rp 7.000 per kilogram.
Tempe kedelai dan tahu mentah putih masing-masing dijual Rp15.000 per kilogram.
Mie instan kari tersedia di harga Rp 3.500 per bungkus dan garam halus Rp 11.000 per kilogram.
Kental manis Frisian Flag 370 gram dijual Rp15.000 per pak, susu bubuk Dancow 390 gram Rp 55.000 per pak.
Kacang hijau berada di harga Rp 27.000 per kilogram dan kacang tanah Rp 34.000 per kilogram.(*)
harga plastik naik
harga plastik
BBM
Serambinews.com
Serambinews
Aceh Timur
Harga Bahan Pokok
harga bbm
| Harga BBM Nonsubsidi Naik, Organda Pastikan Tarif Angkutan di Lhokseumawe belum Berubah |
|
|---|
| BBM Naik, Tarif Bus di Terminal Batoh Banda Aceh Ikut Naik? Ini Tanggapan Korsatpel Terminal |
|
|---|
| Harga BBM Naik, Organda Imbau Pengusaha Angkutan di Aceh Tak Gegabah Naikkan Tarif |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Naik, Apakah Harga Barang Ikut Meroket? Ini Analisis Pakar Ekonom |
|
|---|
| Penyebab Harga Pertamax Turbo & Dexlite Naik Saat Minyak Dunia Turun, Ini Kata ESDM dan Pertamina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pasar-tradisional-Peureulak-para-pedagang-dan-pembeli.jpg)