Selasa, 28 April 2026

Berita Subulussalam

Hanya Sisakan Tiang, Kondisi Gapura Terminal Subulussalam Memprihatinkan 

Seluruh atap gapura sudah hancur, tinggal menyisakan tiang beton. Cat bangunan juga sudah lapuk akibat lama tak terawat. 

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Dede Rosadi
GAPURA TERMINAL SUBULUSSALAM: Kondisi gapura Terminal Subulussalam, di kawasan Simpang Kiri, memperihatinkan, Senin (20/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Gapura Terminal Subulussalam di kawasan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, terlihat memprihatinkan dengan kondisi rusak berat.
  • Gapura pintu masuk sisi Timur dan pintu keluar sisi Barat sama-sama rusak; atap hancur, hanya menyisakan tiang beton, sementara cat bangunan lapuk akibat lama tak terawat.
  • Kondisi ini membuat wajah pertama Terminal Subulussalam tampak tidak terurus, padahal terminal tersebut memiliki nilai sejarah perkembangan kota sejak Subulussalam masih 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Subulussalam 

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Kondisi gapura Terminal Subulussalam, di kawasan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, memprihatinkan. 

Berdasarkan pantauan, Senin (20/4/2026) gapura dalam kondisi rusak berat. 

Mulai dari gapura pintu masuk di sisi sebelah timur. 

Maupun pintu ke luar di sisi sebelah barat.

Masing-masing pintu masuk terdapat dua gapura yang terletak di sisi kiri dan kanan jalan masuk. 

Seluruh atap gapura sudah hancur, tinggal menyisakan tiang beton. 

Cat bangunan juga sudah lapuk akibat lama tak terawat. 

Kondisi itu menjadikan pintu masuk Terminal Subulussalam, terlihat memprihatinkan. 

Padahal gapura tersebut merupakan wajah pertama dari terminal Subulussalam.

Baca juga: Kota Subulussalam Diguyur Hujan dengan Intensitas Ringan Hingga Sedang 

Terminal Bersejarah 

Terminal Subulussalam, merupakan saksi sejarah perkembangan Kota Subulussalam

Saat Kota Subulussalam, masih bergabung dengan Aceh Selatan, terminal itu sudah ada. 

Begitu juga kala Aceh Singkil, mekar dari Aceh Selatan, dimana Subulussalam menjadi bagian dari Aceh Singkil, terminal tetap bergeliat. 

Hingga akhirnya Subulussalam, berpisah dari Aceh Singkil, terminal selalu ada.

Bahkan terus berkembang di sekitarnya ada pasar sehingga terminal terlihat hidup.

Sayangnya gapura terminal bersejarah, kini kondisinya memprihatinkan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved