Selasa, 21 April 2026

Banjir Landa Aceh

Diterjang Banjir Puluhan Dapur Bata di Bireuen Hancur, Warga Menjerit Minta Dukungan Pemerintah

"Ada beberapa pemilik usaha batu merah mencoba bangkit kembali, sepertinya butuh dukungan pemerintah agar mereka bisa bangkit kembali memproduksi...

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Yusmandin Idris
Rusak – Satu dapur bata merah di Pante Lhong, Peusangan Bireuen rusak diterjang banjir bandang akhir November lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir bandang akhir November 2025 di Peusangan, Bireuen, menghancurkan banyak rumah warga serta puluhan dapur produksi batu merah. 
  • Akibatnya, sekitar 20 unit usaha batu merah rusak parah, yang biasanya menampung hingga 300 pekerja.
  • Keuchik Pante Lhong, Murizal, menyampaikan bahwa pemilik usaha kini kesulitan bangkit karena dapur produksi hancur dan bahan baku tanah liat sulit ditemukan.
  • Ia berharap dukungan pemerintah untuk memulihkan perekonomian warga.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Dampak banjir bandang akhir November lalu di Peusangan, Bireuen selain banyak rumah hancur diterjang banjir, puluhan dapur bata milik warga juga porak-poranda.

Usaha milik masyarakat butuh dukungan pemerintah untuk bangkit kembali.

Keuchik Pante Lhong, Peusangan,  Murizal kepada Serambinews.com, Minggu (19/4/2026) mengatakan, usaha batu merah warga juga terdampak hebat, di mana dapur produksi hancur, dan bahan baku tanah liat sulit ditemukan.

"Ada 20 unit usaha batu merah rusak dihantam banjir dan penuh lumpur, setiap dapur mampu menampung 15 orang pekerja lainnya. Artinya, ada 300 warga desanya kehilangan pekerjaan khusus di bidang usaha batu merah, belum lagi sektor usaha lainnya, " ujarnya.  

Saat ini, pemilik usaha batu merah ingin bangkit kembali.

Namun semuanya sudah habis, mereka butuh dukungan pemerintah.

"Kami butuh kehadiran pemerintah dan berbagai pihak untuk mendampingi kami, terutama dalam memulihkan perekonomian yang sudah terpuruk, banyak usaha batu merah telah  hancur,” katanya
penuh harap.

Ia menambahkan, motivasi dan dukungan moral sangat penting agar warga tidak kehilangan semangat.

Kondisi yang sama juga disampaikan Keuchik Blang Panjoe, Peusangan, Ruslan Abdul Gani, di desanya ada belasan usaha batu merah.

Namun, saat banjir bandang umumnya hancur dan penuh lumpur.

Tempat atau dapur  batu merah penuh lumpur dan juga roboh diterjang banjir.

"Ada beberapa pemilik usaha batu merah mencoba bangkit kembali, sepertinya butuh dukungan pemerintah agar mereka bisa bangkit kembali memproduksi batu merah, " ujarnya.

Baca juga: Rumah Bantuan Kadin untuk Penyintas Banjir di Pidie Jaya Hampir Rampung, Begini Bentuknya

Usaha batu merah di Blang Panjoe salah satu usaha yang menampung puluhan tenaga kerja
untuk memproduksi batu merah.

Namun, sekarang mereka kembali ke nol lagi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved