Berita Aceh Barat
Jembatan Gantung di Pante Ceureumen Putus, Aktivitas Pendidikan dan Ekonomi Warga Tersendat
“Anak-anak dari Canggai tidak bisa lagi menyeberang sungai. Kondisinya sangat berbahaya dan mengancam keselamatan mereka,” katanya.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Putusnya jembatan gantung yang menghubungkan Gampong Jambak dan Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat akibat banjir bandang, menyebabkan aktivitas warga lumpuh.
- Akses pendidikan bagi siswa serta kegiatan ekonomi masyarakat ikut terganggu.
- Sejak jembatan tersebut rusak total, para siswa tidak lagi dapat menyeberang untuk bersekolah di Gampong Jambak.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Putusnya jembatan gantung yang menghubungkan Gampong Jambak dan Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat akibat banjir bandang, menyebabkan aktivitas warga lumpuh.
Akses pendidikan bagi siswa serta kegiatan ekonomi masyarakat ikut terganggu.
Sejak jembatan tersebut rusak total, para siswa tidak lagi dapat menyeberang untuk bersekolah di Gampong Jambak.
Kondisi ini membuat proses belajar mengajar tidak berjalan normal, bahkan sebagian siswa terpaksa belajar di bawah tenda darurat.
Dampak tidak hanya dirasakan di sektor pendidikan, tetapi juga pada perekonomian warga.
Para petani kesulitan menuju kebun karena akses utama terputus, sehingga aktivitas mata pencaharian mereka ikut terganggu.
Keuchik Gampong Jambak, Lainiadi, kepada Serambi pada Selasa (21/4/2026), mendesak pemerintah segera membangun kembali jembatan yang menjadi urat nadi penghubung kedua wilayah tersebut.
“Kami berharap Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat segera memperhatikan kondisi ini, terutama untuk kepentingan pendidikan dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Sungai Kale Alas Meluap , Dua Jembatan Gantung Putus
Ia menjelaskan, banjir bandang sebelumnya tidak hanya merusak jembatan, tetapi juga menghanyutkan satu unit sekolah dasar.
Akibatnya, siswa di Gampong Jambak terpaksa belajar dalam kondisi darurat, sementara siswa dari Canggai sama sekali tidak dapat menjangkau lokasi sekolah.
Sebagai langkah sementara, para guru mendatangi wilayah Canggai untuk mengajar di kantor desa.
Namun, kondisi tersebut dinilai tidak ideal dan berisiko terhadap keselamatan karena tidak adanya akses penyeberangan yang aman.
“Anak-anak dari Canggai tidak bisa lagi menyeberang sungai. Kondisinya sangat berbahaya dan mengancam keselamatan mereka,” katanya.
| Aceh Barat Fokuskan Pemerataan dan Kualitas Pembangunan dalam RKPD 2027 |
|
|---|
| Tekan Penggunaan BBM, PT Mifa Operasikan Kendaraan Listrik untuk Angkutan Batu Bara |
|
|---|
| Aceh Barat Protes Provinsi |
|
|---|
| Bulog Meulaboh Serap Gabah Petani 14.800 Ton, Target Tampung 21 Ribu Ton |
|
|---|
| Huntara di Jambak Masih Proses Dialiri Air Bersih, Bukti Dampak Parah Banjir Bandang di Aceh Barat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jembatan-gantung-yang-rusak-akibat-bencana-banjir-di-Pante-Ceureumen.jpg)