Rabu, 22 April 2026

Berita Bireuen

Kahmi Bireuen Sorot Pengelolaan TKD, Tekankan Pentingnya Akuntabel dan Tepat Sasaran

KAHMI Bireuen menyoroti pengelolaan tambahan anggaran Transfer Ke Daerah (TKD) agar tepat sasaran dan akuntabel.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
PENGELOLAAN DANA TKD - Asnawi selaku Koordinator Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Daerah (MD KAHMI) Bireuen menekankan pentingnya akuntabel dan tepat sasaran dalam pengelolaan tambahan dana TKD. 

Ringkasan Berita:
  • KAHMI Bireuen menyoroti pengelolaan tambahan anggaran Transfer Ke Daerah (TKD) agar tepat sasaran dan akuntabel.
  • Bireuen menerima alokasi TKD terbesar kedua di Aceh, yakni Rp 110 miliar untuk rehabilitasi pascabencana.
  • Asnawi berharap dana ini digunakan transparan, sesuai aturan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Koordinator Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Daerah (MD KAHMI) Bireuen menekankan pentingnya pengelolaan tambahan anggaran Transfer Ke Daerah (TKD) secara tepat sasaran dan akuntabel.

Koordinator Kahmi Bireuen, Asnawi menyampaikan, bahwa Bireuen menerima alokasi TKD terbesar kedua di Aceh.

Yakni sebesar Rp 110 miliar, dari Pemerintah Aceh untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi.

Ia berharap dana tersebut digunakan secara transparan, sesuai aturan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak.

Menurut Asnawi, keberhasilan memperoleh dana tambahan TKD tidak lepas dari lobi politik yang dilakukan tujuh anggota DPRA dapil Bireuen

Ia menekankan agar dana ini dimanfaatkan tanpa menimbulkan konflik kepentingan.

Serta diarahkan untuk pemulihan ekonomi masyarakat yang terganggu akibat banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025 lalu.

Baca juga: Tarmizi Kecewa Berat, Aceh Barat Satu-satunya Daerah di Aceh tak Dapat Tambahan TKD

Asnawi menekankan, penggunaan anggaran harus mengikuti mekanisme peraturan yang berlaku.

Sehingga mendukung program pemulihan dan mitigasi bencana secara berkelanjutan.

Asnawi--yang akrab disapa Aboen--juga mengingatkan perlunya konsolidasi dan kolaborasi semua pihak agar penyusunan program benar-benar efektif dan efisien. 

Ia menilai, tambahan dana TKD harus menjadi solusi atas persoalan mendasar masyarakat, bukan sekadar formalitas anggaran.

Bireuen Penerima Terbesar Kedua

Untuk diketahui, berdasarkan data Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), penerima dana tambahan TKD terbesar adalah Aceh Utara Rp 146,5 miliar.

Sedangkan Kabupaten Bireuen merupakan penerima terbesar kedua yakni sebesar Rp 110 miliar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved