Rabu, 22 April 2026

Abdya

Baitul Mal Abdya Survei Puluhan Rumah Warga Tak Layak Huni

Baitul Mal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melaksanakan survei kondisi puluhan rumah tak layak huni yang ditempati warga miskin...

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
TAK LAYAK HUNI - Tim Baitul Mal Aceh Barat Daya (Abdya) meninjau salah satu rumah duafa di Gampong Geulanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee, Senin (20/4/2026). 

"Dari hasil verifikasi di lapangan, Baitul Mal buat skala prioritas secara berjenjang dalam bentuk perangkingan. Mana kondisi rumah yang sangat prioritas dan sangat layak untuk dibangun. Hal ini disesuaikan juga dengan jumlah unit rumah yang dialokasikan dalam DPA tahun 2026," jelasnya.

Selain itu, terang Tgk Syamsul, ada sejumlah kriteria yang dinilai saat survei verifikasi rumah bantuan Baitul Mal. Pertama,  kondisi rumah yang ditempati jika dilihat dari segi atap, lantai dan dinding, serta sanitasi (kamar mandi/toilet) tidak layak. 

Baca juga: Wabup Zaman Akli Buka Turnamen Sepak Bola Legend HUT Ke-24 Abdya

Kedua, sambungnya, berstatus miskin, fakir/duafa. Ketiga, sudah berdomisili di Abdya selama minimal 3 tahun.

"Aspek lainnya juga dinilai, seperti kondisi ekonomi rumah tangganya, pekerjaan kepala keluarga dengan berpenghasilan rendah, jumlah tanggungan anak yang masih dalam usia pendidikan, serta janda yang memiliki tanggungan anak yatim akan menjadi prioritas," jelas Tgk Syamsul.

Ia menuturkan bahwa program bantuan rumah layak huni di Baitul Mal Abdya dirancang hanya sebagai penstimulus. 

Maka dari itu, ia sangat mengharapkan kolaborasi dengan berbagai pihak agar turut menghadirkan program yang sama guna membantu masyarakat miskin dan duafa di kabupaten Abdya.

"Kehadiran berbagai pihak sangat dibutuhkan agar kita sama-sama bahu membahu menekan angka kemiskinan di Abdya. Hal ini sesuai arahan pak bupati Safaruddin dan pak wakil Bupati Zaman Akli bahwa pemerintah Kabupaten Abdya menargetkan angka kemiskinan turun 1 digit per tahun atau di bawah 10 persen dalam empat tahun ke depan," katanya.

Menurutnya, tanggung jawab dalam pengentasan kemiskinan adalah tanggungjawab bersama, tidak semata-mata menjadi peran Baitul Mal saja. Apalagi dana zakat-infak yang di terima Baitul Mal jumlahnya yang terbatas. 

"Kami mengimbau para pengusaha, perusahaan-perusahaan di Abdya, baik BUMN maupun badan usaha swasta, instansi vertikal pemerintah, serta masyarakat, agar menyerahkan zakat dan infaknya ke Baitul Mal untuk kita salurkan kepada masyarakat yang berhak menerima," ajak Tgk Syamsul. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved