Berita Kutaraja
Momentum HUT ke-821, Ramza Harli: Banda Aceh Harus Terus Berbenah
Menurutnya, berbagai persoalan yang masih belum tuntas hingga kini harus segera dicarikan solusi nyata.
Penulis: Sara Masroni | Editor: IKL
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Banda Aceh, Ketua Fraksi Partai Gerindra sekaligus Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRK Banda Aceh, Ramza Harli, SE menegaskan, kota ini harus terus berbenah agar lebih maju lagi hingga mampu sejajar dengan pusat ibu kota provinsi lainnya terutama di Pulau Sumatera.
Menurutnya, berbagai persoalan yang masih belum tuntas hingga kini harus segera dicarikan solusi nyata. Dewan kota itu menyebutkan, potensi untuk bisa membangun lebih maju, terutama harus dikelola dengan baik berbagai sumber yang mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Sumber pendapatan tidak harus dengan menaikkan pajak dan retribusi, salah satunya adalah optimalisasi semua aset milik pemerintah kota. Semua aset tersebut tidak boleh dibiarkan terlantar dan terbengkalai begitu saja, tapi harus dimanfaatkan dan difungsikan kembali agar bisa disewakan atau kerjasama dengan pihak swasta," ujar Ramza kepada Serambi, usai Rapat Sidang Paripurna dalam rangka HUT ke-821 Kota Banda Aceh, Rabu (22/4/2026).
“Sangat disayangkan banyak gedung yang sudah dibangun banyak yang terlantar, bila dibiarkan akan semakin rusak dan hancur, oleh karena itu harus dioptimalkan, jangan sampai menjadi beban. Kalau dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang besar,” tambahnya.
Selain itu, ia menyoroti masalah ruang terbuka hijau (RTH) yang sebagian besar, masih milik masyarakat yang tidak bisa dibangun apapun hingga jadi lahan terlantar. "Kasihan masyarakat yang tanahnya mau dibangun oleh developer, terkendala dengan perizinan karena dilarang membangun di kawasan RTH. Inikan sama saja menzalimi warga kita sendiri,” ucapnya.
Ramza meminta pemerintah kota perlu mencari solusi dengan mendata kembali lahan kosong lainnya di area publik milik pemerintah untuk memenuhi aturan RTH yang ditetapkan. "Bila RTH yang lahan milik masyarakat itu dibebaskan, maka akan banyak dibangun perumahan yang dengan sendirinya kawasan tersebut pasti akan maju, karena sudah bertambah masyarakat yang tinggal disitu. Suatu daerah pasti akan maju bila penduduknya banyak,” sambungnya.
Baca juga: Ramza Harli Desak PUPR Proyek Perbaikan Jalan Harus Berkualitas
Baca juga: Ramza Harli Minta Perumda Tirta Daroy Tingkatkan Profit untuk PAD Kota
Kemudian Ramza juga berharap Pemko dapat memberi dukungan penuh terhadap perkembangan UMKM. "Perbanyak bantuan modal usaha untuk masyarakat yang kurang mampu dan beri rekomendasi untuk kemudahan akses di perbankan. Diskop Ukmdag dan Disnaker harus proaktif turun membina seluruh UMKM agar usahanya terus maju dan berkembang. Suatu daerah akan maju bila lebih banyak pengusaha daripada pegawai PNS," tegasnya.
Di samping masalah pembangunan, pelayanan dasar masyarakat perlu juga jadi perhatian serius. Seperti masalah air bersih. Ramza menegaskan, air bersih harus mengalir terus ke seluruh pelosok gampong-gampong. Menurutnya, bila pelayanan air bersih yang merata bisa terjamin, akan menjadi indikator penting para pendatang mau tinggal di Kota Banda Aceh. Disamping itu, pelayanan air bersih yang merata adalah hak masyarakat dan menjadi indikator penting jaminan kualitas hidup di ibu kota provinsi.
Tak hanya itu, Ramza juga berharap Satpol PP mampu menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sembarang tempat. Ia menilai keberadaan PKL yang tidak tertata dapat mengganggu ketertiban kota dan merusak wajah Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi. "Namun kita juga tidak boleh mematikan usaha mereka, berikan peluang semua warga untuk berusaha apa saja guna mendongkrak perekonomian. Berikan mereka suatu tempat yang terlokalisasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat,” imbuhnya.
Dewan kota yang juga Ketua DPC Gerindra Kota Banda Aceh itu juga menyinggung keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Gampong Jawa yang hingga kini masih menjadi beban bagi Pemko karena biaya operasional yang tinggi. “Jumlah sambungan rumah (SR) baru sekitar 20, tentu tidak cukup menutupi biaya operasional IPAL. Ini harus segera dicari jalan keluarnya,” tegas Ramza.
Ramza berharap, momentum HUT ke-821 Kota Banda Aceh menjadi titik balik untuk memperbaiki berbagai persoalan yang ada. “Mari kita jadikan ulang tahun kota sebagai semangat baru untuk berbenah, agar Banda Aceh semakin maju dan sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Sumatera,” tutupnya.(*)
Berita Banda Aceh
berita banda aceh hari ini
Ramza Harli
Anggota DPRK Ramza Harli
Anggota Fraksi Gerindra Ramza Harli SE
HUT Kota Banda Aceh
| Pengelolaan “Duit Rakyat” dan Pentingnya Transparansi Anggaran |
|
|---|
| Hadapi Dampak Krisis Global, Sosiolog Sarankan Pemerintah Aceh Perkuat Ekonomi Rakyat |
|
|---|
| Sah! Ali Imran Resmi Sandang Pangkat Brigjen TNI, Jabat Danrindam IM |
|
|---|
| Ingat! Ini Titik Posko Bisa Digunakan Pengendara Saat Arus Mudik 2026 di Wilkum Polresta Banda Aceh |
|
|---|
| Tim Safari Ramadhan Pemerintah Aceh Fokus Pemulihan Psikososial di Wilayah Terdampak Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ramza-220426.jpg)