Minggu, 3 Mei 2026

Berita Aceh Singkil

Refleksi 27 Tahun Aceh Singkil, Sosok Makmursyah Putra di Mata Sahabatnya

Pada hari yang bersejarah bagi masyarakat Aceh Singkil ini, rasanya sudah menjadi keharusan untuk mengenang sosok seorang Makmursyah Putra. 

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Razaliardi Manik 

Periode pertama lima tahun kepemimpinan Makmursyah Putra, bisa dikatakan penuh dengan berbagai tantangan dan persoalan yang cukup pelik. 

Sebagai seorang bupati, saat itu tugas yang dipikulnya cukup berat. Berbagai hambatan dalam membangun Aceh Singkil, muncul dari berbagai arah. 

Maklum, saat itu wilayah Aceh secara keseluruhan dilanda konflik yang berkepanjangan sehingga mengantarkan Aceh, dalam status Darurat Militer.

Meski demikian, tugas pemerintahan dan kemasyarakatan yang dipimpinnya tetap berjalan dengan baik dan kondusif, dan berhasil membangun daerah ini sejajar dengan daerah kabupaten lainnya yang telah terlebih dahulu berdiri. 

Aceh Singkil sesuai kondisi ketika itu, bukan lagi sebuah peradaban yang penuh dengan kekumuhan, terbelakang dan terisolir. 

Aceh Singkil kala itu telah berubah dari kekumuhannya. 

Makmur ketika itu berharap para pemimpin selanjutnya kelak akan dapat mewujudkan Aceh Singkil, menjadi sebuah daerah yang mandiri, sejahtera, makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran. 

Harapan itu bukan tidak mustahil, sebab dasar-dasar pembangunan kearah itu telah diletakkan oleh seorang bernama Makmur Syahputra. 

Ia telah menata daerah ini sedemikian rupa, bahkan hampir di segala sektor tonggak-tonggak pembangunan menuju perubahan telah dipancangkan.  

Keberhasilan Makmur dapat pula dilihat dari kesuksesannya memekarkan Kota Subulussalam, yang sebelumnya merupakan salah satu wilayah kecamatan terpencil. 

Saat ini Subulussalam telah menjadi sebuah Pemerintahan Kota yang lebih maju dari Kabupaten Aceh Singkil.

Mengenai pembentukan Kota Subulussalam, awalnya banyak orang menganggap hal ini hanya sebuah imajinasi belaka.

"Termasuk teman saya Almarhum H Syafril Harahap yang biasa dipanggil Haji Apin yang ketika itu memiliki gagasan membentuk Kabupaten Cinendang Raya," kata Razaliardi.

"Alasannya, pemko tidak mungkin bisa lahir di Kecamatan Simpang Kiri. Menurutnya, pemerintahan kota biasanya lahir di ibu kota kabupaten, bukan di sebuah kecamatan," tutur Razaliardi.

Tapi ternyata Pemko Subulussalam, lahir di sebuah wilayah Kecamatan Simpang Kiri yang jaraknya 85 kilometer dari ibu kota Kabupaten Aceh Singkil

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved