Jumat, 24 April 2026

Berita Banda Aceh

821 Tahun Kota Banda Aceh: Jejak Sultan Johan Syah dari Gampong Pande hingga Imperium Maritim

“Ini adalah awal mula pendirian Kesultanan Aceh, hari Jadi Bandar Aceh Darussalam yang kini lebih dikenal dengan nama Banda Aceh,” ungkapnya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO
Cucu Sultan Aceh yang juga Pemimpin Darud Donya, Cut Putri. 

821 Tahun Kota Banda Aceh: Jejak Sultan Johan Syah dari Gampong Pande hingga Imperium Maritim

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Peringatan 821 tahun Kota Banda Aceh pada 22 April 2026 tidak hanya dimaknai sebagai hari jadi, tetapi juga momentum meneguhkan kembali jejak sejarah panjang kejayaan Aceh sebagai kekuatan Islam di kawasan Asia Tenggara, yakni Kesultanan Aceh Darussalam.

Cucu Sultan Aceh yang juga Pemimpin Darud Donya, Cut Putri, mengungkapkan bahwa pendirian Kesultanan Aceh Darussalam merujuk pada catatan dalam Kitab Mabain Wasaalatin atau Kitab Adat Aceh. 

Dalam naskah tersebut disebutkan, Sultan Johan Syah mendirikan kerajaan di kawasan Gampong Pande pada 1 Ramadhan 601 Hijriyah, bertepatan dengan 22 April 1205.

“Ini adalah awal mula pendirian Kesultanan Aceh, hari Jadi Bandar Aceh Darussalam yang kini lebih dikenal dengan nama Banda Aceh,” ungkapnya dalam keterangan kepada media, Kamis (23/4/2026).

Sejumlah sumber sejarah lain turut memperkuat narasi tersebut. 

Dalam literatur Jawaib Turki, disebutkan peran penting Sultan Johan Syah sebagai tokoh yang datang ke Aceh, mendirikan kerajaan, serta memperkuat penyebaran Islam di wilayah tersebut.

Meski demikian, asal-usul Sultan Johan Syah masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan. 

Kitab Mabain Wasaalatin menyebut ia berasal dari Negeri Atas Angin, sementara sumber Teungku di Mulek mengaitkannya dengan Seljuk Turkistani. 

Adapun sejarawan Yunus Djamil menyebut Sultan Johan Syah sebagai putra Adi Genali, Raja Linge, keturunan Meurah Krueng Jambo Ayee. 

Sumber lain bahkan mengaitkan garis keturunan Raja Linge dengan Negeri Rum.

Dalam perjalanan awalnya, Sultan Johan Syah disebut berhasil menyatukan wilayah Aceh dengan dukungan ulama dari Palestina, Syeikh Abdullah Kana'an, yang juga dikenal sebagai Syiah Hudam.

Dengan dukungan tersebut, ia memperluas kekuasaan hingga wilayah Seudu serta memperkuat fondasi kerajaan.

Selain itu, hubungan politik diperkuat melalui pernikahan dengan keluarga Kerajaan Lamuri, yang turut mempercepat penyebaran Islam di kawasan Aceh.

Sultan Johan Syah memerintah selama hampir tiga dekade, dari 1205 hingga 1234. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved