Jumat, 24 April 2026

Berita Banda Aceh

Kolaborasi USK–ILO Dorong Riset Nilam Menuju Industri Bernilai Ekonomi

Skema ini diharapkan mampu menciptakan kepastian pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk nilam melalui hilirisasi industri.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Dok. Humas USK
LAKUKAN PERTEMUAN - Tim USK dan ILO melakukan pertemuan di Ruang Mini Rektor USK, Banda Aceh, Kamis (23/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Syiah Kuala (USK) bersama International Labour Organization (ILO) memperkuat kolaborasi strategis guna mempercepat pengembangan komoditas nilam Aceh.
  • Kerja sama ini diarahkan untuk mendorong transformasi pengembangan nilam di USK, dari sekadar riset akademik menjadi industri bernilai ekonomi yang berkelanjutan.
  • Sebagai langkah awal, tim USK dan ILO menggelar pertemuan di Ruang Mini Rektor USK, Banda Aceh, Kamis (23/4/2026).

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) bersama International Labour Organization (ILO) memperkuat kolaborasi strategis guna mempercepat pengembangan komoditas nilam Aceh.

Kerja sama ini diarahkan untuk mendorong transformasi pengembangan nilam di USK, dari sekadar riset akademik menjadi industri bernilai ekonomi yang berkelanjutan.

Sebagai langkah awal, tim USK dan ILO menggelar pertemuan di Ruang Mini Rektor USK, Banda Aceh, Kamis (23/4/2026).

Pertemuan tersebut turut melibatkan Atsiri Research Center (ARC) USK, yang selama ini menjadi pusat unggulan dalam pengembangan minyak atsiri di Aceh.

Ketua ARC USK, Syaifullah Muhammad, menyampaikan bahwa kolaborasi ini membuka peluang besar dalam memperkuat ekosistem bisnis nilam dari hulu hingga hilir, termasuk pengembangan produk turunan seperti parfum.

Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, menjelaskan bahwa kampus akan mendorong model pemberdayaan petani melalui penyediaan bibit dan pupuk, serta menjamin pembelian hasil panen.

Skema ini diharapkan mampu menciptakan kepastian pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk nilam melalui hilirisasi industri.

Baca juga: Diskop UKM Aceh Dorong Petani Nilam Berkoperasi, Ini Keuntungannya

Lebih lanjut, ARC USK memegang peran kunci dalam mentransformasikan hasil riset nilam menjadi inovasi berbasis industri yang aplikatif.

Melalui pendekatan hilirisasi, riset tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah seperti essential oil berkualitas ekspor, parfum, serta berbagai turunan industri atsiri lainnya.

Transformasi ini juga diperkuat melalui kemitraan dengan pelaku industri dan masyarakat.

Dengan demikian, diharapkan tercipta rantai nilai yang berkelanjutan, peningkatan pendapatan petani, sumber pendapatan baru bagi kampus, serta kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain fokus pada nilam, USK juga berencana memperluas model bisnis serupa ke sektor lain, seperti peternakan dan pertanian terpadu, dengan melibatkan fakultas sebagai pengelola unit usaha.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kemandirian finansial kampus sekaligus memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Mirza.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved