Berita Bireuen
Empat Keping Lantai Jembatan Bailey Kutablang Patah, Diduga Akibat Truk Overload
“Jembatan ini masih dalam kondisi darurat. Jika sering ditutup, semua pihak yang akan dirugikan. Maka patuhilah aturan saat melintas,” tutupnya.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Empat keping pelat besi sebagai lantai Jembatan Bailey di Jembatan Kutablang, Bireuen, kembali patah pada Jumat (24/4/2026) menjelang siang.
- Akibat kerusakan tersebut, arus lalu lintas sempat ditutup pada pukul 14.00–17.00 WIB untuk proses perbaikan.
- Tidak hanya lantai jembatan yang rusak, bagian besi leger jembatan juga dilaporkan patah sehingga harus segera ditangani oleh tim pemeliharaan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Empat keping pelat besi sebagai lantai Jembatan Bailey di Jembatan Kutablang, Bireuen, kembali patah pada Jumat (24/4/2026) menjelang siang.
Akibat kerusakan tersebut, arus lalu lintas sempat ditutup pada pukul 14.00–17.00 WIB untuk proses perbaikan.
Tidak hanya lantai jembatan yang rusak, bagian besi leger jembatan juga dilaporkan patah sehingga harus segera ditangani oleh tim pemeliharaan.
Diduga, kerusakan terjadi setelah beberapa truk pengangkut crude palm oil (CPO) dari arah Banda Aceh melintas dengan muatan berlebih beberapa saat sebelumnya.
Asisten Barang Milik Negara (BMN) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah 1, Fachruddin, mengatakan Jembatan Krueng Tingkeum di Kutablang yang menghubungkan lintasan Banda Aceh–Medan kembali ditutup sementara untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
“Terpaksa ditutup siang tadi karena ada empat papan lantai jembatan Bailey rusak lagi setelah dilintasi truk bermuatan lebih dari 30 ton, umumnya truk CPO,” ujarnya kepada Serambinews.com.
Baca juga: VIDEO - Pembangunan Jembatan Kutablang Dipacu, Progres 33,81 Persen
Menurutnya, hasil pengecekan teknisi menunjukkan kerusakan pada bagian lantai sisi barat jembatan (arah Banda Aceh), yang diduga kuat akibat kendaraan dengan muatan berlebih.
Tim pemeliharaan langsung melakukan perbaikan segera setelah kerusakan ditemukan, guna mencegah kondisi yang lebih parah.
BPJN Aceh mengimbau para pengusaha CPO dan pengemudi truk untuk membatasi muatan maksimal 30 ton saat melintasi jembatan tersebut. Jika melebihi batas, jembatan berisiko mengalami kerusakan berulang dan penutupan mendadak.
“Jika setiap hari truk bermuatan lebih dari 30 ton melintas, lantai jembatan akan terus rusak dan harus sering ditutup demi keselamatan pengguna jalan,” tambahnya.
Ia juga meminta aparat terkait dan Polres Bireuen untuk bertindak tegas terhadap pelanggaran, termasuk penindakan berupa tilang atau pencabutan SIM bagi pengemudi yang melanggar aturan.
Menurutnya, Jembatan Kutablang merupakan akses vital bagi masyarakat, baik kendaraan besar maupun kecil. Ribuan warga setiap hari melintasinya. Karena itu, kepatuhan terhadap batas tonase sangat penting agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Jembatan ini masih dalam kondisi darurat. Jika sering ditutup, semua pihak yang akan dirugikan. Maka patuhilah aturan saat melintas,” tutupnya.
| Kasus Dua Remaja Meninggal di Peudada, Ini Pengakuan Pelaku |
|
|---|
| Kasus Dua Remaja Meninggal Dunia di Peudada, Pelaku Sempat Pulang dan Saling WA Berencana Kabur |
|
|---|
| Kronologi Dua Remaja Meninggal Dunia di Peudada, Terungkap Setelah Pelaku Diamankan |
|
|---|
| Terkait Pendataan Korban Banjir, Keuchik di Peudada Dipanggil ke Kantor Camat |
|
|---|
| Polres Bireuen Berhasil Ungkap Penyebab Dua Remaja Meninggal, Pelaku Diamankan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Empat-plat-beton-lantai-jembatan-bailey-Kutablang-Bireuen-patah-lagi.jpg)