Minggu, 26 April 2026

Info Abdya

Meuseraya Toet Lemang HUT Ke-24 Abdya Berdampak Besar Bagi Pedagang

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin menyebutkan, kegiatan Meuseraya Toet Lemang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-24

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Masrian Mizani
HUT KE-24 ABDYA - Bupati Safaruddin sedang memberikan keterangan kepada media dilokasi Meuseraya Toet Lemang, tepatnya di bantaran sungai Krueng Beukah, Gampong Lhung Asan - Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie, Sabtu (25/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Abdya Safaruddin menyebut Meuseraya Toet Lemang pada HUT ke-24 Abdya bukan hanya simbol pelestarian budaya, tetapi juga memberi dampak besar bagi perekonomian masyarakat.
  • Kegiatan ini meningkatkan permintaan bahan baku lokal seperti beras ketan, bambu, dan kelapa, sekaligus menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, perdagangan, serta UMKM.
  • Pedagang mengaku pendapatan meningkat signifikan, dari biasanya Rp50-65 ribu per hari menjadi sekitar Rp200 ribu selama acara berlangsung.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin menyebutkan, kegiatan Meuseraya Toet Lemang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-24 kabupaten setempat, tidak hanya menjadi simbol Kebersamaan dalam melestarikan budaya, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap perekonomian masyarakat. 

Safaruddin menyampaikan hal ini disela-sela kegiatan Meuseraya Toet Lemang di bantaran Sungai Krueng Beukah, Gampong Lhung Asan - Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie, Sabtu (25/4/2026).

"Lemang yang kita bakar hari ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah melalui peningkatan permintaan bahan baku lokal," kata Safaruddin. 

Ia menyebutkan, dampaknya sangat dirasa oleh pedang bahan baku, seperti beras ketan, bambu, dan kelapa, yang secara langsung menyejahterakan petani serta pedagang.

Selain itu, tambahnya, terciptanya pasar dadakan dan kedatangan tamu dari luar daerah memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, kuliner, dan perdagangan, sehingga tradisi ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

"Inilah yang kita harapkan, bahwa tradisi lokal tidak hanya dilestarikan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi dan UMKM.

Kita ingin menjadikan kuliner khas seperti lemang sebagai daya tarik wisata yang mampu mendatangkan pengunjung, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan pada akhirnya memperkuat ekonomi daerah," ucapnya.

Baca juga: Meuseraya Toet Lemang Bawa Pemerintah Abdya Cetak Dua Rekor MURI

Safaruddin menyebutkan, bahwa Abdya memiliki potensi yang luar biasa. Alamnya indah, budayanya kaya, dan masyarakatnya ramah. 

"Jika semua ini kita kemas dengan baik, Insya Allah Abdya akan menjadi salah satu destinasi yang diperhitungkan," ujarnya.

Di usia yang ke-24 tahun ini, kata Safaruddin, Kabupaten Abdya telah melewati berbagai fase perjalanan, tantangan, dinamika, dan meraih berbagai capaian. 

"Usia 24 tahun adalah usia yang semakin matang. Usia yang menuntut kita untuk lebih bijak, terarah, dan visioner.

Kita sedang bertransformasi, dari daerah yang terus bertumbuh, menuju daerah yang lebih berdaya saing," ungkapnya. 

"Dari yang sederhana, menuju yang lebih modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi jati diri kita," tambahnya.

Baca juga: Keuchik di Abdya Yakin Program TMMD Ke-128 Berdampak Besar Bagi Petani

Momentum hari ini, ucap Safaruddin, adalah refleksi bagi semua, bahwa apa yang telah dicapai adalah hasil kerja bersama, dan apa yang akan dicapai ke depan juga sangat bergantung pada kebersamaan hari ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved