Banda Aceh
Jurnalis Serambi Sharing Bersama PPI Dunia Kawasan Asiania, Bahas Pemanfaatan AI dan Penulisan Rilis
Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan (PPIDK) Asia-Oseania (Asiania), menggelar kegiatan bertajuk Digital Journalism Bootcamp...
Ringkasan Berita:
- PPIDK Asiania menggelar Digital Journalism Bootcamp daring diikuti 70 peserta untuk meningkatkan literasi jurnalistik di era AI.
- Kegiatan ini menekankan pentingnya etika, akurasi, dan pemanfaatan teknologi secara bijak dalam praktik jurnalistik.
- Pemateri menegaskan AI hanya sebagai alat bantu, sementara peran manusia tetap utama dalam verifikasi dan penyajian informasi.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan (PPIDK) Asia-Oseania (Asiania), menggelar kegiatan bertajuk Digital Journalism Bootcamp: Skill, Etika, dan Teknologi di Era AI, secara daring melalui Zoom, Sabtu (25/4/2026) malam. Kegiatan ini diikuti 70 peserta, yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki minat pada dunia jurnalistik dan literasi digital.
Koordinator PPIDK Asiania yang diwakili Wakil Koordinator, Mumtaz Cikal menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi jurnalistik di era digital yang semakin berkembang pesat. Ia menekankan pentingnya pemahaman etika serta pemanfaatan teknologi secara bijak dalam praktik jurnalistik saat ini. “Di era AI seperti sekarang, tantangan jurnalistik semakin kompleks. Kami berharap melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kesadaran etika dalam menyampaikan informasi kepada publik,” ujar Mumtaz.
Selanjutnya Ketua Pelaksana, Anhar Fazri dalam laporannya menyebutkan, pelatihan ini penting dilakukan mengingat pengetahuan tentang jurnalisme dan literasi digital merupakan sebuah keharusan bagi mahasiswa, agar memudahkan pihaknya menyampaikan ekspresi di media. “Dan kegiatan ini terlaksana berdasarkan inisiatif teman-teman semua, melihat perkembangan jurnalistik yang terus berkembang sesuai kemajuan teknologi,” ungkap Anhar.
Baca juga: MK Putuskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana atas Karya Jurnalistik
Sementara pemateri sekaligus Jurnalis Serambi Indonesia, Sara Masroni saat membahas peran kecerdasan buatan (AI) dalam dunia jurnalistik menegaskan, AI seharusnya digunakan hanya sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti peran jurnalis dalam memproduksi berita. “AI bisa membantu dalam riset, pengolahan data, hingga mempercepat proses penulisan terutama untuk rilis (press release). Namun, nilai-nilai jurnalistik seperti verifikasi, akurasi, dan sudut pandang manusia tetap tidak bisa digantikan oleh mesin,” ungkap Roni.
Kemudian pemateri lainnya yang juga Jurnalis Antara Beijing, Desca Lidya Natalia memaparkan, setiap individu kini memiliki potensi menjadi penyampai informasi di era digital, meskipun tidak berprofesi sebagai jurnalis secara formal. “Menjadi jurnalis bukan hanya soal profesi, tetapi soal tanggung jawab dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang. Siapa pun bisa berperan sebagai ‘jurnalis’ selama memegang prinsip dasar jurnalistik,” jelas Desca.(rel/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Digital-Journalism-Bootcamp-oleh-PPI-2026.jpg)