Breaking News
Selasa, 28 April 2026

Ancaman Rabies di Aceh

Laura Masih Trauma

SETIAP kali melihat anjing, Laura Humaira langsung menangis dan gemetar. Rasa takut itu datang tiba-tiba, bahkan ketika anjing hanya terlihat

Editor: mufti
for serambinews/IST
SERAHKAN SANTUNAN - Kepala Dinas Peternakan Aceh drh Safridhal menyerahkan santunan kepada Laura Humaira, bocah korban gigitan anjing liar, seusai rapat penanganan rabies yang berlangsung di ruang rapat Sekda Bireuen, Selasa (21/4/2026). 

SETIAP kali melihat anjing, Laura Humaira langsung menangis dan gemetar. Rasa takut itu datang tiba-tiba, bahkan ketika anjing hanya terlihat dari kejauhan.

Beberapa hari lalu, saat berjalan di sekitar rumahnya di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, seekor anjing muncul di jalan desa dengan jarak sekitar 20 meter. Seketika, Laura histeris dan berlari mencari perlindungan.

“Saya langsung melempar anjing itu supaya menjauh. Tapi Laura malah tambah menangis karena takut digigit lagi,” ujar Yulia, ibunya.

Trauma itu bermula dari peristiwa yang terjadi pada pertengahan Maret 2026. Saat itu, menjelang waktu Magrib, Laura keluar rumah bersama seorang temannya untuk membeli jajanan di kios yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah.

Di saat yang sama, kedua orang tuanya sedang menunaikan shalat. Tiba-tiba, seekor anjing liar muncul dan langsung menyerang tanpa peringatan. “Saat itu kami sedang shalat. Tiba-tiba warga berteriak anjing menyerang anak saya. Saya langsung keluar dan lihat Laura sudah bersimbah berdarah,” ujar Yulia.

Serangan itu berlangsung cepat dan brutal. Laura mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, mulai dari dahi, tangan, hingga perut. Luka-luka tersebut cukup parah hingga harus dijahit, bahkan sebagian memerlukan tindakan operasi.

Malam itu juga Laura dibawa ke RS BMC sebelum kemudian dirujuk ke RSU dr Fauziah Bireuen untuk penanganan lebih lanjut, termasuk pemberian vaksin antirabies. Operasi sempat ditunda karena Laura baru saja makan saat berbuka puasa, dan baru dilakukan keesokan harinya oleh tim dokter. 

Selama hampir dua minggu, Laura menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kini luka-lukanya mulai mengering dan berangsur membaik. Namun, trauma yang ditinggalkan tidak hilang begitu saja. “Kalau lihat anjing, dia langsung takut. Kadang sampai menangis,” ujar Yulia.

Bahkan setelah kejadian itu, Laura sempat mengalami demam selama dua malam. Keluarga menduga kondisi tersebut dipicu oleh ketakutan yang masih membekas. Meski kini sudah kembali bermain bersama teman-temannya di teras rumah, Laura tidak lagi berani berjalan jauh sendirian seperti sebelumnya.

Warga Ketakutan

Peristiwa yang menimpa Laura bukan kejadian tunggal. Dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, serangan anjing yang diduga rabies terjadi di beberapa desa di Kecamatan Juli. Sedikitnya enam warga menjadi korban, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Camat Juli, Hendri Maulana, mengatakan kejadian tersebut merupakan yang pertama terjadi di wilayah tersebut. “Warga bilang sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini. Tiba-tiba muncul dan langsung menyerang,” ujarnya.

Pascakejadian, suasana di desa berubah drastis. Anak-anak tidak lagi berani bermain jauh dari rumah, terutama saat menjelang sore hingga malam. Orang tua pun lebih ketat mengawasi anak-anak mereka. Setiap anjing liar yang terlihat di sekitar permukiman langsung diusir, bahkan dikejar warga karena khawatir akan kembali menyerang.

“Sekarang kalau ada anjing lewat, anak-anak langsung lari. Mereka takut,” kata seorang warga. Beberapa warga bahkan memilih untuk tetap berada di dalam rumah saat malam hari. Rasa takut kini menyelimuti warga, terutama anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.

Di teras rumahnya, Laura kini tampak kembali ceria bermain bersama sepupu-sepupunya. Sesekali ia tertawa, seolah melupakan kejadian yang menimpanya. Namun setiap kali melihat anjing, bahkan dari kejauhan, wajahnya kembali berubah. Ia diam, lalu menangis.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved