Rabu, 29 April 2026

Berita Aceh Singkil

Jadi Inspektur Upacara, Ini Pesan Wagub Aceh untuk Aceh Singkil

“Keberagaman suku dan budaya yang hidup berdampingan di Aceh Singkil merupakan kekuatan sosial yang sangat berharga,” katanya.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
POTONG TUMPENG: Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah potong tumpeng dalam peringatan hari jadi ke-27 Kabupaten Aceh Singkil, Senin (27/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Aceh Singkil, Senin (27/4/2026).
  • Dalam amanatnya, Wagub menyampaikan agar momentum hari jadi ini menjadi titik balik untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRK, serta seluruh elemen masyarakat.
  • Ia menambahkan, Aceh Singkil merupakan daerah dengan karakteristik unik dan potensi besar.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Aceh Singkil, Senin (27/4/2026).

Dalam amanatnya, Wagub menyampaikan agar momentum hari jadi ini menjadi titik balik untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRK, serta seluruh elemen masyarakat.

“Seluruh kebijakan dan program pembangunan harus semakin berpihak kepada kepentingan rakyat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata, khususnya oleh kelompok yang paling membutuhkan,” ujar Fadhlullah.

Ia menambahkan, Aceh Singkil merupakan daerah dengan karakteristik unik dan potensi besar.

Kekayaan sumber daya alam, bentang wilayah pesisir, rawa gambut, hingga Kepulauan Banyak menjadikan daerah ini memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama di sektor perkebunan, perikanan, kehutanan, dan pariwisata.

Selain itu, Aceh Singkil juga memiliki warisan sejarah sebagai tanah kelahiran ulama besar dunia, Syekh Abdurrauf As Singkili, yang menjadi inspirasi dalam membangun masyarakat berilmu dan berakhlak.

“Keberagaman suku dan budaya yang hidup berdampingan di Aceh Singkil merupakan kekuatan sosial yang sangat berharga,” katanya.

Baca juga: Mayoritas Wilayah Aceh Singkil Hujan Ringan, Gelombang Capai 1,7 Meter 

Menurutnya, harmoni, toleransi, dan semangat kebersamaan harus terus dijaga sebagai fondasi dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Wagub juga menyinggung dinamika yang sempat terjadi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Namun, melalui komunikasi dan dialog, berbagai tantangan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan kebesaran hati dalam berdemokrasi,” ujarnya.

Terkait pengesahan APBK 2026 menjadi qanun, ia menilai hal tersebut sebagai langkah penting untuk menggerakkan kembali roda pembangunan serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

Ke depan, ia menegaskan berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, aksesibilitas wilayah, serta potensi bencana alam harus dihadapi dengan perencanaan matang dan kerja sama yang solid.

Potensi unggulan daerah, seperti kelapa sawit, perikanan, pariwisata bahari di Kepulauan Banyak, serta kawasan Ekosistem Rawa Singkil, juga diminta untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Mari kita jadikan peringatan Hari Jadi ke-27 ini sebagai semangat untuk terus bergerak maju, menjaga persatuan, dan menghadirkan kemajuan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Usai upacara, Wagub Aceh melakukan prosesi pemotongan tumpeng. Potongan tumpeng tersebut kemudian diserahkan kepada Bupati Aceh Singkil Safriadi, Wakil Bupati Hamzah Sulaiman, serta Ketua DPRK Aceh Singkil Amaliun. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved