Selasa, 28 April 2026

Berita Pidie

Takut tak Digratiskan Biaya Kesehatan, Warga Pidie Ramai-ramai Ubah Pekerjaan Jadi Buruh

"Maka untuk perekam pemula, kita langsung mencetak KTP. Sementara untuk warga yang mengubah pekerjaan harus bersabar, karena KTP mereka masih...

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Muhammad Nazar
ANTREAN DI DISDUKCAPIL PIDIE : Ratusan warga antrean saat mengubah pekerjaan pada adminitrasi kependudukan atau adminduk di Kantor Disdukcapil Pidie, Senin (27/4/2026). Warga mengubah adminduk karena khawatir tidak digratiskan terhadap biaya berobat di rumah sakit. SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR       

Ringkasan Berita:
  • Ratusan warga Pidie berbondong-bondong ke Disdukcapil Pidie untuk mengubah data administrasi kependudukan (adminduk), terutama pekerjaan di KTP dan KK.
  • Perubahan dominan dari wiraswasta menjadi buruh harian lepas, karena warga khawatir tidak ditanggung biaya kesehatan dalam skema Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).
  • Akibat membludaknya permintaan, blanko KTP sempat habis, karena setiap hari 200–300 orang mencetak KTP baru. Disdukcapil menerbitkan surat keterangan pekerjaan sebagai pengganti sementara.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Ramai-ramai warga Kabupaten Pidie mendatangi Kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil atau Disdukcapil Pidie, Senin (27/4/2026).

Kedatangan warga itu untuk mengubah data pribadi pada adminitrasi kependudukan atau adminduk, sebab takut tidak digratiskan biaya kesehatan

Dominan data diubah pada pekerjaan dari swasta menjadi buruh harian lepas

Untuk diketahui, Jaminan Kesehatan Aceh atau JKA tidak lagi menanggung seluruh warga ber-KTP Aceh.

Kebijakan pemerintah terhadap JKA difokuskan kepada warga kurang mampu atau desil.

Saat ini, pelayanan biaya kesehatan pada pengklasifikasikan masyarakat dengan desil.

Katagori desil 1-5 ditanggung APBN dan desil 6-7 ditanggung Pemerintah Aceh. 

Ada pun desil 8-10, pemerintah tidak menanggung lagi biaya BPJS Kesehatan karena dianggap katagori mampu. 

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau Disdukcapil Pidie, Baihaqi, kepada Serambinews.com, Senin (27/4/2026) mengatakan, membludaknya warga datang ke Disdukcapil Pidie pada ujung Februari 2026. 

Sehingga pada Maret 2026, Disdukcapil Pidie sempat kalang kabut mepayani masyarakat yang ramai datang mengubah adminitrasi kependudukan atau adminduk, terkait desil. 

Kata Baihaqi, adminduk yang diubah warga dominan pada pekerjaan di KTP El dan KK.

Warga membawa persyaratan lengkap yang dikeluarkan keuchik untuk merubah atminduk, sehingga dinas tidak bisa menolaknya. 

Blanko KTP Habis

Perubahan pekerjaan warga, yang menyebabkan harus mencetak KTP baru dan KK baru, yang berdampak pada blanko. 

Baca juga: Jamaah Haji Aceh Diimbau Jaga Kesehatan dan Matangkan Manasik

"Blangko KTP habis, karena setiap hari sekitar 200 hingga 300 orang membuat KTP baru. Karena blangko KTP habis, Disdukcapil Pidie menerbitkan surat keterangan pekerjaan pengganti KTP. Sehingga saat ini jumlah warga yang mengubah atminduk telah dibatasi," jelasnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved