Rabu, 29 April 2026

Berita Bireuen

Kepala MIN 32 Bireuen Raih Penghargaan Penulis 12 Buku Sastra Aceh

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 32 Bireuen, Kamaliah, SPdI, MAg, menerima penghargaan atas dedikasinya sebagai penulis 12 judul buku

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
TERIMA PENGHARGAAN - Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 32 Bireuen, Kamaliah, SPdI, MAg, menerima penghargaan atas dedikasinya sebagai penulis 12 judul buku tentang sastra Aceh pada tahun 2025. Penghargaan dari Kanwil Kemenag Aceh ini diserahkan di Bireuen, Selasa (28/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kepala MIN 32 Bireuen, Kamaliah menerima penghargaan dari Kementerian Agama Kabupaten Bireuen atas dedikasinya menulis 12 judul buku sastra Aceh sepanjang 2025.
  • Penghargaan diserahkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari didampingi Bupati Bireuen, Mukhlis dalam ajang Kemenag Award di Gedung Hj Fauziah Convention.
  • Beberapa karyanya yang menarik perhatian ialah buku Hiem, Seumapa, dan Hikayat Ie Raya, yang dinilai berkontribusi melestarikan sastra Aceh bagi generasi muda.

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 32 Bireuen, Kamaliah, SPdI, MAg, menerima penghargaan atas dedikasinya sebagai penulis 12 judul buku tentang sastra Aceh pada tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen dan diserahkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh didampingi Bupati Bireuen, H Mukhlis.

Bupati Bireuen saat itu menghadiri undangan dalam rangka menyukseskan kegiatan Kemenag Award Kabupaten Bireuen di Gedung Hj Fauziah Convention Bireuen, Selasa (28/4/2026).

Dari 12 judul yang telah diterbitkan, beberapa karya yang mendapat sorotan antara lain buku Hiem, buku Seumapa, serta buku Hikayat Ie Raya.

Ketiga buku tersebut dinilai berkontribusi besar dalam mendokumentasikan dan menghidupkan kembali kekayaan sastra daerah Aceh untuk generasi muda.

Dalam keterangannya, Kamaliah menyampaikan bahwa upayanya menulis sastra daerah Aceh semata-mata bertujuan untuk memperkaya khazanah budaya lokal.

Baca juga: Pemkab Bireuen Bersama Forkopimda Raih Penghargaan dari Kanwil Kemenag Aceh

“Sastra Aceh adalah identitas kita. Jika tidak kita tulis dan wariskan, khazanah ini bisa hilang.

Saya ingin anak-anak madrasah dan masyarakat umum bisa mengenal hikayat, hiem, dan seumapa sebagai bagian dari jati diri,” ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari menegaskan bahwa karya-karya Kamaliah menjadi bukti nyata bahwa madrasah mampu melahirkan penulis yang produktif dan peduli budaya.

Ia berharap akan lahir lebih banyak penulis dari lingkungan madrasah yang mengangkat nilai-nilai keacehan dalam bingkai Islam rahmatan lil ‘alamin.

"Dengan penghargaan ini, MIN 32 Bireuen semakin menegaskan komitmennya tidak hanya dalam pendidikan formal, tetapi juga dalam pelestarian sastra dan budaya Aceh," kata Kakanwil Kemenag Aceh. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved