Jumat, 1 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Ingat! Dua Gerhana Lagi akan Terjadi Pada 2026, Catat Jadwalnya

Sepanjang tahun 2026 akan terjadi empat gerhana, dua di antaranya sudah berlangsung pada Februari dan Maret.

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Saifullah
FOTO IST
GERHANA - Pakar Ilmu Falak Aceh, Tgk Ismail, SSy, MA menyebutkan bahwa masih akan terjadi dua kali gerhana pada tahun 2026 ini, termasuk Gerhana Matahari Total. 
Ringkasan Berita:
  • Sepanjang tahun 2026 akan terjadi empat gerhana, dua di antaranya sudah berlangsung pada Februari dan Maret.
  • Dua gerhana berikutnya adalah Gerhana Matahari Total pada 13 Agustus dan Gerhana Bulan Parsial pada 28 Agustus.
  • Namun, kedua gerhana tersebut tidak dapat disaksikan dari Aceh maupun wilayah Indonesia karena jalurnya tidak melintasi kawasan ini.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Sesuai kajian Ilmu Falak, pada tahun 2026 ini bakal terjadi empat kali gerhana, baik itu Gerhana Bulan ataupun Gerhana Matahari.

Dari empat kali gerhana tersebut, dua di antaranya sudah terjadi.

Yakni Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada 17 Februari 2026.

Serta Gerhana Bulan Total yang terjadi pada 3 Maret 2026 lalu.

Itu berarti, masih ada dua gerhana lagi yang bakal terjadi pada tahun 2026 ini.

Salah satunya adalah Gerhana Matahari Total.

Untuk diketahui, gerhana merupakan peristiwa terhalangnya cahaya dari sebuah sumber oleh benda yang lain.

Seperti terhalang cahaya Matahari oleh Bulan yang menyebabkan terjadinya Gerhana Matahari.

Baca juga: Gerhana Bulan Total Malam Ini, Simak Niat dan Tata Cara Shalat Khusuf, Lengkap Bacaan Arab dan Latin

Lalu terhalang cahaya Matahari oleh Bumi yang menyebabkan Gerhana Bulan

Gerhana Matahari terjadi pada fase bulan baru (new moon).

Sedangkan Gerhana Bulan terjadi pada fase bulan purnama (full moon).

Namun tidak setiap bulan baru akan terjadi Gerhana Matahari dan setiap bulan purnama terjadi Gerhana Bulan

Hal ini disebabkan bidang orbit Bulan dalam mengitari Bumi tidak sejajar dengan bidang orbit Bumi dalam mengitari Matahari.

Bidang orbit Bulan berbuntuk miring dengan besar sudut sekitar 5 derajat.

Seandainya bidang orbit Bulan sama dengan bidang orbit Bumi, maka bisa dipastikan disetiap bulan baru akan terjadi Gerhana Matahari dan setiap bulan purnama terjadi Gerhana Bulan.

Baca juga: Gerhana Bulan Total Hiasi Ramadhan di Aceh, Kemenag Serukan Shalat Khusuf

Gerhana Matahari dikenal ada empat jenis:

  • Gerhana Matahari Total, dimana saat puncak gerhana terjadi, seluruh piringan matahari ditutupi oleh piringan Bulan sehingga Matahari terlihat hitam dan memancarkan cahaya korona yang indah. 
  • Gerhana Parsial, dimana saat puncak gerhana terjadi hanya sebahagian piringan Matahari ditutupi oleh piringan Bulan. 
  • Gerhana Cincin, dinamai dengan cincin karena saat puncak gerhana terjadi, piringan bulan hanya menutupi pertengahan piringan Matahari saja.

Sehingga Matahari terlihat bercahaya pada lingkaran pinggir saja yang berbentuk mirip cincin dan pada posisi tengah matahari berwarna hitam. 

  • Gerhana Hibrida, dimana saat puncak gerhana terjadi, di satu daerah terlihat Gerhana Matahari Total dan di daerah lain terlihat dalam berbentuk Gerhana Cincin. 

Gerhana jenis terakhir ini tergolong peristiwa gerhana yang relatif jarang terjadi atau langka.

Untuk Gerhana Bulan dikenal ada tiga macam jenisnya:

  • Gerhana Bulan Total, dimana saat puncak gerhana seluruh piringan Bulan memasuki bayangan umbra (inti) Bumi, sehingga bulan terlihat saat itu berwarna hitam kemerah-merahan. 
  • Gerhana Bulan Sebahagian (parsial), dimana saat puncak gerhana terjadi, permukaan Bulan hanya sebagian memasuki dalam bayang inti Bumi (bayang umbra). 
  • Gerhana Bulan Penumbra, dimana bulan hanya memasuki dalam kerucut bayang luar Bumi saja (bukan bayang inti bumi), tidak sampai kedalam bayang inti (bayang umbra).

Pada saat gerhana ini terjadi, secara kasat mata bulan hanya terlihat redup tidak memancarkan sinar yang kuat seperti pada saat purnama-purnama lainnya. 

Untuk mengetahui proses terjadinya gerhana penumbra harus menggunakan teleskop. 

Ahli Falak Aceh yang juga Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail, Ssy, MA, Kamis (30/4/2026), kembali menjelaskan, sesuai hasl kajian Ilmu Falak, sepanjang tahun 2026, secara global akan terjadi 4 kali gerhana, yakni 2 kali Gerhana Matahari dan 2 kali Gerhana Bulan.

Rinciannya :

  • Gerhana Matahari Cincin, 17 Februari 2026 M, 29 Syakban 1447 H (sudah terjadi).
  • Gerhana Bulan Total, 03 Maret 2026 M, 14 Ramadhan 1447 H (sudah terjadi).
  • Gerhana Matahari Total, 13 Agustus 2026 M, 29 Safar 1448 H.
  • Gerhana Bulan Parsial, 28 Agustus 2026 M, 15 Rabiul Awal 1448 H.

Menurut Rgk Ismail, dari 4 gerhana yang terjadi sepanjang tahun 2026, hanya Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 lalu yang dapat dilihat dari daratan Aceh dan Indonesia saat bulan purnama terbit di ufuk timur pada malam 14 Ramadhan 1447 H. 

"Jadi, dua gerhana lagi yang bakal terjadi pada Agustus 2026 ini, tidak dapat dilihat dari Aceh,” bebernya.

Hhal ini dikarenakan wilayah gerhana tidak ada satupun yang melewati daratan Aceh dan Indonesia," tutup Tgk Ismail.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved