Jumat, 1 Mei 2026

Pengukuhan ISAD Aceh

ISAD Periode 2025-2030 Dikukuhkan 2 Mei 2026, Tegaskan Komitmen Kawal Dakwah dan Syiar Islam di Aceh

Tgk Mustafa berharap kehadiran ISAD dapat menjadi kekuatan baru dalam memperkuat syiar Islam di Aceh. 

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO
Dewan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Alumni Dayah (DPP ISAD) Aceh periode 2025-2030 menggelar konferensi pers, Jumat (1/5/2026) 

ISAD Periode 2025-2030 Dikukuhkan 2 Mei 2026, Tegaskan Komitmen Kawal Dakwah dan Syiar Islam di Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dewan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Alumni Dayah (DPP ISAD) Aceh periode 2025-2030 dijadwalkan akan dikukuhkan pada Sabtu (2/5/2026) di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

Dalam konferensi pers pada Jumat (1/5/2026) pagi di Banda Aceh, Ketua ISAD terpilih, Tgk Mustafa Husen Woyla SPdI, menyampaikan bahwa prosesi pengukuhan akan berlangsung dalam kesederhanaan dan penuh khidmat.

Ia menyebut, rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang, termasuk koordinasi langsung dengan pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

“Kami insyaallah akan dikukuhkan pada 2 Mei 2026 di Aula MPU Aceh. Tadi juga kami sudah meminta arahan dari Ketua MPU Aceh yang merupakan Dewan Pengarah dan Pembina di DPP ISAD,” ujar Tgk Mustafa.

Ia menjelaskan, kegiatan pengukuhan tidak hanya bersifat seremonial. Agenda akan diawali dengan jamuan makan malam, dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan, serta pemberian anugerah kepada sejumlah tokoh dalam tiga kategori, yakni Tokoh Ulama dan Tokoh Masyarakat, Mitra ISAD, serta Tokoh Peduli Dayah.

Tgk Mustafa berharap kehadiran ISAD dapat menjadi kekuatan baru dalam memperkuat syiar Islam di Aceh. 

Dukungan masyarakat, menurutnya, sangat penting, terutama dalam menjalankan program-program strategis seperti kajian keagamaan, advokasi pembelaan ulama, hingga pengawalan fatwa MPU.

“Kami juga akan memperkuat kerja sama dengan sejumlah pihak dalam hal dakwah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua MPU Aceh yang juga Dewan Pembina ISAD, Tgk H Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Sibreh, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan ISAD periode 2025-2030. 

Ia menekankan pentingnya kebersamaan sebagai kunci keberhasilan gerakan dakwah.
“Kebaikan tidak akan maksimal jika tidak ada kebersamaan. Termasuk kebersamaan dengan mitra dan media. Kalau kebaikan hanya berhenti di ruangan ini tanpa disiarkan keluar, maka daya jangkaunya sangat kecil,” ujar Abu Sibreh.

Ia juga mendorong ISAD untuk aktif mengkaji isu-isu aktual yang berkaitan dengan fatwa MPU, mulai dari persoalan lingkungan, korupsi, kesehatan, hingga praktik-praktik yang berkembang di masyarakat.

Dukungan juga datang dari Dewan Pembina ISAD lainnya, Prof Dr Tgk H Muhibbuthabry MAg. 

Ia melihat ISAD sebagai bagian dari warisan (legacy) ulama yang lahir dari tradisi pendidikan dayah yang kini semakin terintegrasi dengan dunia akademik.

“ISAD ini wadah anak muda yang punya semangat kuat dalam menjaga syariat Islam di Aceh. Gerakan ini diharapkan mampu menjalankan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, termasuk merespons fenomena sosial seperti konten TikTok yang tidak pada tempatnya, hingga persoalan kekerasan terhadap anak,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini dinilai konsisten mendukung syiar Islam di Aceh.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved