Banda Aceh
9 Titik Panas Terpantau, Ini Prakiraan Cuaca Banda Aceh Sekitarnya saat Akhir Pekan Menurut BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) mencatat, sejumlah titik...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- BMKG mencatat sembilan titik panas di Aceh, dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah.
- Cuaca akhir pekan diperkirakan berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di beberapa daerah.
- Masyarakat diimbau waspada terhadap cuaca ekstrem, gelombang laut sedang, serta risiko bencana hingga 5 Mei 2026.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) mencatat, sejumlah titik panas terpantau di Aceh sebagaimana hasil pantauan sensor Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP (MODIS) dan NOAA20/VIIRS sejak Kamis (30/4/2026).
Titik panas itu tersebar di sejumlah kabupaten/kota di antaranya Aceh Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, dan Bener Meriah. “Terpantau ada sembilan titik panas dengan tingkat kepercayaan rendah hingga sedang di wilayah Aceh,” ungkap Prakirawan BMKG, Nasyithah Az Zahra Lubis saat dihubungi, Jumat (1/5/2026).
Di sisi lain, cuaca untuk wilayah Banda Aceh, Aceh Besar dan sekitarnya diprakirakan cerah berawan, ada potensi hujan dengan intensitas ringan pada saat sore hari saat akhir pekan. Secara umum wilayah Aceh juga diprakirakan masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di Aceh Barat, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, dan Nagan Raya pada Sabtu (2/5/2026).
Kondisi yang sama dapat terjadi di Aceh Barat, Abdya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie, Subulussalam, dan Simeulue pada Minggu (3/5/2026) keesokan harinya.
Prakirawan BMKG itu menjelaskan, gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) masih terpantau aktif di wilayah Aceh. Adanya belokan angin dan konvergensi, serta hangatnya suhu muka laut di Perairan Barat dan Timur Aceh dapat meningkatkan potensi penguapan atau penambahan massa uap air. “Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” ungkap Nasyithah.
Apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang lagi, masyarakat diminta untuk menjauh dari tubuh air seperti sungai, pantai, danau, embung dan waduk, lereng rawan longsor serta pohon yang rawan tumbang.
Baca juga: May Day di Banda Aceh Kondusif, Polda Aceh Salurkan 2,5 Ton Beras untuk Buruh
Sementara tinggi gelombang masuk kategori sedang, berkisar antara 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Sabang - Banda Aceh, Aceh Besar - Meulaboh, Aceh Singkil - Pulo Banyak, Abdya - Simeulue, dan perairan selatan Simeulue.
Kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, serta kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. “Berlaku hingga 5 Mei 2026 mendatang,” sebut Nasyithah.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun terus waspada dengan terus memonitor perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca, melalui berbagai kanal seperti aplikasi infoBMKG, website bmkg.go.id, Facebook dan Instagram @infobmkg_aceh.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Peta-sebaran-titik-panas-Provinsi-Aceh.jpg)