Minggu, 3 Mei 2026

Berita Aceh Barat Daya

Warga Bantu Pencarian Remaja Abdya yang Hilang Terseret Arus, BPBD: Diperluas Hingga ke Mulut Muara

Memasuki hari kedua pencarian pada Minggu (3/5/2026), warga bersama tim gabungan terus melakukan penyisiran.

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
REMAJA TERSERET ARUS - Warga bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Daya (Abdya) menyisir aliran sungai Krueng Manggeng, mencari remaja yang terseret arus, Minggu (3/5/2026). 

Ringkasan Berita:

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrian Mizani | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE  – Puluhan warga yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), turut membantu pencarian seorang remaja yang hilang terseret arus.

Korban, Rez (12), merupakan warga Gampong Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil. Ia dilaporkan hilang saat mandi di kawasan Bendungan Intake Krueng Manggeng.

Memasuki hari kedua pencarian pada Minggu (3/5/2026), warga bersama tim gabungan terus melakukan penyisiran.

Upaya dilakukan secara manual oleh masyarakat, sementara tim SAR menggunakan perahu kecil untuk menjangkau titik-titik tertentu di aliran sungai.

Warga terlihat menyisir palung sungai hingga tumpukan kayu di pinggiran air dengan peralatan seadanya.

Salah seorang warga Gampong Tengah, Yunadi, mengatakan keterlibatan masyarakat merupakan bentuk empati terhadap keluarga korban.

“Ini bentuk rasa empati kami sebagai warga Manggeng. Kami merasa terpanggil untuk membantu mencari korban dengan harapan bisa segera ditemukan,” ujarnya.

Baca juga: Pelajar Hilang Tenggelam di Krueng Tadu Nagan Raya, Terseret Arus Saat Menyeberang dengan Tali

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Abdya, Maimun Sabri, menyampaikan bahwa area pencarian kini diperluas hingga ke mulut muara.

“Kami bersama warga dan tim gabungan terus menyisir sepanjang aliran sungai hingga ke muara,” katanya.

Ia menambahkan, partisipasi warga sangat membantu karena mereka memahami kondisi dan karakteristik sungai.

“Informasi dari masyarakat kami kumpulkan untuk memetakan arah pencarian agar korban cepat ditemukan,” jelasnya.

Meski pencarian telah berlangsung dua hari, tanda-tanda keberadaan korban belum ditemukan. Tim gabungan tetap berkomitmen melanjutkan pencarian di tengah tantangan cuaca dan kondisi debit air yang fluktuatif.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved