Berita Aceh Utara
Optimalkan Aset Negara, Lapas Lhoksukon Garap Lahan Tidur dengan Tanami Jagung, Libatkan WBP
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon mengoptimalkan pemanfaatan aset negara dengan menggarap lahan tidur menjadi kebun jagung
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon mengubah lahan tidur di Desa Reudeup menjadi kebun jagung untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
- Program ini juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui keterlibatan langsung dalam pengolahan lahan hingga penanaman.
- Hasil panen diharapkan memberi nilai ekonomi, memperkuat ketersediaan pangan, dan menjadi contoh optimalisasi aset negara di lingkungan pemasyarakatan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Lhoksukon
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon mengoptimalkan pemanfaatan aset negara dengan menggarap lahan tidur menjadi kebun jagung di Desa Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu (2/5/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kegiatan penanaman jagung perdana tersebut dilaksanakan setelah melalui proses pembersihan lahan dan pengolahan tanah yang sebelumnya tidak produktif.
Lahan yang selama ini terbengkalai kini mulai dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan pertanian yang bernilai ekonomis.
Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin kepadan Serambinews.com, Minggu (3/5/2026) mengatakan bahwa pemanfaatan lahan tidur ini merupakan implementasi langsung dari arahan pemerintah dalam mendorong swasembada pangan.
Menurutnya, tidak boleh ada aset negara yang dibiarkan menganggur tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca juga: Setelah Lima Bulan Lebih Menunggu, Penyintas Banjir di Aceh Utara Terima Dana Tunggu Hunian
“Penanaman jagung ini merupakan langkah nyata kami dalam mendukung program ketahanan pangan. Selain itu, ini juga menjadi upaya optimalisasi aset negara agar lebih produktif,” ujarnya.
Selain berfokus pada peningkatan produksi pangan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Para warga binaan dilibatkan secara aktif dalam proses pengolahan lahan hingga penanaman, sehingga diharapkan dapat memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah bebas nantinya.
Muhidfuddin menambahkan, program ini diharapkan dapat menjadi percontohan dalam pemanfaatan aset serupa di lingkungan pemasyarakatan.
Ia menilai bahwa peran lembaga pemasyarakatan saat ini tidak hanya terbatas pada pembinaan di dalam, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.
Ke depan, hasil panen jagung dari lahan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi serta membantu memperkuat ketersediaan pangan di wilayah Lhoksukon dan sekitarnya. (*)
Baca juga: Pasien Poli Mata RSUD Cut Meutia Dibatasi, Warga Aceh Utara Mengeluh Tak Terlayani
| Perempuan Muda yang Ditangkap Setelah Jual Sabu ke Dua Pria, Sudah Lama Jadi Bandar |
|
|---|
| Setelah Lima Bulan Lebih Menunggu, Penyintas Banjir di Aceh Utara Terima Dana Tunggu Hunian |
|
|---|
| Pasien Poli Mata RSUD Cut Meutia Dibatasi, Warga Aceh Utara Mengeluh Tak Terlayani |
|
|---|
| Dorong Eksplorasi Migas, BPMA dan PGE Sosialisasi Pemboran Sumur Minyak ke Pemkab & DPRK Aceh Utara |
|
|---|
| 10 Pasangan Lolos Tahap Final Agam-Inong Aceh Utara Tahun 2026, Ini Nama-namanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tanami-jagung-02052026.jpg)