Senin, 4 Mei 2026

Peristiwa

Polisi Kerahkan Drone Cari Pendulang Emas yang Hilang Terseret Arus Sungai di Pidie

Pencarian seorang pendulang emas yang terseret arus Sungai Cot Kuala, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, dilakukan dengan menggunakan

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
PAKAI DRONE – Kapolsek Mane, Iptu Fauzi, memperhatikan tim yang menggunakan drone untuk melakukan pencarian seorang pendulang emas yang terseret arus Sungai Cot Kuala, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, beberapa hari lalu. Satu pendulang emas belum ditemukan setelah pencarian dilakukan selama delapan hari. FOR SERAMBINEWS.COM 

Ringkasan Berita:
  • Selain upaya pencarian, warga bersama petugas juga menggelar doa bersama dengan membaca Surat Yasin agar korban segera ditemukan.
  • Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Tiga warga terseret arus Sungai Cot Kuala, Kecamatan Mane.
  • Lokasi kejadian berada sekitar 500 meter dari Jembatan Cot Kuala yang melintasi jalan nasional Tangse–Mane.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Pencarian seorang pendulang emas yang terseret arus Sungai Cot Kuala, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, dilakukan dengan menggunakan drone.

Selain upaya pencarian, warga bersama petugas juga menggelar doa bersama dengan membaca Surat Yasin agar korban segera ditemukan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Tiga warga terseret arus Sungai Cot Kuala, Kecamatan Mane.

Lokasi kejadian berada sekitar 500 meter dari Jembatan Cot Kuala yang melintasi jalan nasional Tangse–Mane.

Ketiga warga yang terseret arus sungai itu masing-masing Zainunis (29), warga Dusun Alue Lhok, Gampong Krueng Meuriam, Kecamatan Tangse; Yatim (35), warga Gampong Krueng Meuriam; serta Armia (28), warga Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse. Dua korban, Yatim dan Armia, berhasil selamat setelah dibantu warga. Sementara Zainunis hingga kini belum ditemukan.

Baca juga: Pendulang Emas yang Tewas Dibantai KKB Bertambah Jadi 16 Orang, Jenazah Dimakamkan Secara Massal

“Pencarian korban Zainunis telah dilakukan secara optimal oleh polisi bersama Basarnas Aceh dan SAR Pidie, dibantu masyarakat,” kata Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana SIK MIK, melalui Kapolsek Mane, Iptu Fauzi SH, kepada Serambinews.com, Minggu (3/5/2026).

Ia menjelaskan, pencarian dilakukan selama tiga hari dengan menyisir aliran Sungai Cot Kuala. Pada hari ketiga, pencarian diperluas dari Jembatan Cot Kuala hingga ke Batee Dua dengan menggunakan drone.

Penggunaan drone dilakukan karena kondisi medan yang sangat berbahaya apabila disisir menggunakan perahu karet. “Hasil pemantauan menggunakan drone, ternyata jasad korban pendulang emas belum ditemukan,” ujar Iptu Fauzi.

Selain pencarian, warga juga mendirikan tenda di dekat aliran sungai untuk membaca Surat Yasin dan berdoa kepada Allah SWT agar korban segera ditemukan. Namun, hingga saat ini upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Menurutnya, pada hari keempat, Tim Basarnas Aceh dan SAR Pidie mengubah strategi pencarian dengan menyisir aliran sungai di wilayah Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, karena Sungai Cot Kuala bermuara ke wilayah tersebut.

Selama empat hari tim melakukan penyisiran di Teunom, namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Karena itu, tim resmi menghentikan pencarian.

“Tim telah memberitahukan kepada kami bahwa sesuai SOP, pencarian dilakukan selama tujuh hari. Jika dalam jangka waktu tersebut korban tidak ditemukan, maka pencarian dihentikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebenarnya pencarian telah dilakukan selama delapan hari, terhitung sejak hari pertama Zainunis dilaporkan hilang terseret arus sungai yang sangat deras akibat hujan lebat. Upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal dengan melibatkan warga, kepolisian, Basarnas Aceh, dan SAR Pidie. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved