Senin, 4 Mei 2026

Berita Banda Aceh

PKS Aceh Dorong Penguatan Ketahanan Pangan dan Energi

Perlu kita pastikan apakah tata ruang yang ada saat ini sudah kondusif untuk mendukung ketahanan pangan dan energi

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar, S.T. 
Ringkasan Berita:
  • PKS Aceh mendorong penguatan ketahanan pangan dan energi di daerah, sekaligus menyoroti tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar
  • Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar mengatakan bahwa Aceh memiliki potensi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan, ekonomi, dan energi
  • PKS Aceh mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis rumah tangga, seperti pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya sayur dan pengembangan ayam petelur

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh mendorong penguatan ketahanan pangan dan energi di daerah, sekaligus menyoroti tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar. 

Hal tersebut mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema “Bersama Rakyat Menguatkan Ketahanan Aceh” yang digelar DPW PKS Aceh, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian milad PKS ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi. Di antaranya Anggota DPR RI asal Aceh Muhammad Nasir Djamil, anggota DPRA, DPRK Banda Aceh Fraksi PKS, DPRK Aceh Besar Fraksi PKS, serta jajaran pengurus DPW PKS Aceh.

Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar mengatakan bahwa Aceh memiliki potensi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan, ekonomi, dan energi. Namun, menurutnya, hingga saat ini belum terlihat hasil signifikan meskipun silih berganti kepemimpinan.

Ia mencontohkan kondisi saat terjadi banjir di akhir tahun lalu, di mana pasokan telur sempat langka dan harga melonjak tinggi. Hal ini, kata Ismunandar, menunjukkan ketergantungan Aceh terhadap pasokan dari luar daerah sangat tinggi.

“Padahal lahan pertanian kita sangat luas, kurang lebih mencapai 200 ribu hektare, begitu juga untuk lahan peternakan kita punya potensi besar, akan tetapi kebutuhan seperti telur, ayam, hingga sayur masih banyak didatangkan dari luar Aceh,” ujarnya.

Sebagai solusi, kata dia, PKS Aceh mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis rumah tangga, seperti pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya sayur dan pengembangan ayam petelur. 

“Langkah ini dapat menjadi salah satu upaya konkret dalam mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, Syaifullah Muhammad, dosen Fakultas Teknik USK sekaligus Ketua Atsiri Research Center (ARC), menyoroti besarnya potensi komoditas unggulan Aceh seperti nilam, serai wangi, dan pala.

“Aceh memiliki nilam terbaik di dunia. Jika dikelola dengan baik dan serius komoditas ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan kita dari kampus siap untuk mendampinginya,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber lainnya dari Fakultas Pertanian USK, Hendra Koesmara, mengungkapkan bahwa kebutuhan telur di Aceh mencapai sekitar 1,4 juta butir per hari, sementara produksi lokal baru sekitar 100 ribu butir. “Kekurangan tersebut masih harus dipenuhi dari luar daerah,” katanya.

Hal serupa juga terjadi pada kebutuhan daging sapi yang mencapai 26 ton per hari, yang sebagian besar juga didatangkan dari provinsi lain. Untuk mengatasi hal tersebut, Hendra mendorong pengembangan sentra peternakan ayam, penguatan ketersediaan pakan, peningkatan populasi sapi, serta penerapan sistem integrasi sapi dengan sektor perkebunan.

Di sektor energi, praktisi energi terbarukan Zainal Bakri memaparkan potensi besar Aceh dalam mengembangkan energi ramah lingkungan. Ia menawarkan konsep bisnis berbasis energi terbarukan yang dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang bagi ketahanan energi daerah.

Lebih lanjut, pada sesi diskusi, M Nasir Djamil mendorong para legislator PKS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengevaluasi tata ruang wilayah. Menurutnya, tata ruang yang tepat menjadi kunci dalam membangun ekosistem yang mendukung ketahanan pangan dan energi di Aceh.

“Perlu kita pastikan apakah tata ruang yang ada saat ini sudah kondusif untuk mendukung ketahanan pangan dan energi. Ini menjadi tanggung jawab bersama, khususnya para anggota dewan,” tegasnya.(ra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved