Selasa, 5 Mei 2026

Berita Bireuen

Begini Aksi Kalak BPBD Bireuen Jawab Pertanyaan Saat Dialog dengan Pendemo

Kalak BPBD Munawar ST MT turun langsung berdialog dengan warga, menjelaskan proses pendataan korban banjir yang masih berlangsung.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO/Yusmandin Idris
AKSI KALAK BPBD - Kalak BPBD Bireuen, Marwan, ST, MT saat menjelaskan proses penanganan korban banjir saat aksi damai yang berlangsung secara damai di Kantor Bupati Bireuen, Senin (4/5/2026). 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Aksi damai yang digelar ratusan warga Bireuen dengan mayoritas merupakan korban banjir, di halaman Kantor Bupati Bireuen pada Senin (4/5/2026), berlangsung tertib dan penuh dialog.

Dimulai pukul 09.30 WIB hingga berakhir sekitar pukul 12.00 WIB, aksi ini menjadi wadah masyarakat menyampaikan aspirasi terkait penanganan banjir.

Sejumlah pejabat hadir menampung keluhan para pendemo.

Di antaranya adalah Asisten I, II, III, Kepala Kesbangpol, Plt Kadis Sosial, para camat, serta Kalak BPBD Bireuen, Marwan ST, MT.

Marwan tampil sigap menjawab pertanyaan warga korban banjir tersebut. 

Dengan jas hitam, mikrofon di tangan, dan catatan kecil, ia duduk bersama peserta aksi di jalan, menjelaskan proses pendataan korban banjir yang sedang dilakukan.

Marwan mengakui masih banyak korban belum terdata dalam tahap pertama.

Baca juga: Korban Banjir Bireuen Kembali Demo Kantor Bupati, Ini Petisi Mereka

Namun ia menegaskan bahwa proses pendataan terus berjalan.

“Saya baru menjabat dan sedang mengurai satu per satu masalah data, mohon dukungan agar proses berjalan lancar,” ujarnya sambil sesekali menyeka keringat.

Peserta aksi mendengarkan dengan seksama, sesekali menambahkan informasi dari lapangan.

Koordinator Aksi, M Akmal bersama Akhyar, dan warga lainnya, menekankan pentingnya akurasi data dari kepala desa. 

Menurut mereka, jika data dari desa keliru, maka akan menimbulkan masalah lanjutan.

Marwan pun menegaskan bahwa kepala desa lebih mengetahui kondisi warganya, sehingga data awal tetap harus berangkat dari desa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved