Rabu, 6 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Bidan dan BKKBN Perkuat Layanan KB Jangka Panjang di Banda Aceh

Pelayanan kontrasepsi jangka panjang kembali digencarkan di Banda Aceh melalui pemasangan implan dan IUD

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
PELAYANAN KONTRASEPSI – Pelayanan kontrasepsi jangka panjang melalui pemasangan implan di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Ria, pada Minggu (4/5/2026). 
Ringkasan Berita:Layanan KB jangka panjang melalui pemasangan implan dan IUD digencarkan di Banda Aceh dalam rangka HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia.
 
Program kolaborasi bidan dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ini bertujuan meningkatkan akses kontrasepsi, menekan stunting, dan menambah peserta KB aktif.
 
Pendekatan jemput bola di fasilitas kesehatan dinilai penting untuk membangun kepercayaan masyarakat serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pelayanan kontrasepsi jangka panjang kembali digencarkan di Banda Aceh melalui pemasangan implan dan IUD. 

Kegiatan ini dipusatkan di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Ria, pada Minggu (4/5/2026). 

Acara ini menjadi bagian dari program nasional Pelayanan KB Serentak dalam rangka HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Ketua PP IBI Pusat, Ade Jubaedah, menilai kolaborasi antara bidan dan pemerintah penting untuk memperluas akses layanan kesehatan reproduksi, khususnya bagi perempuan usia subur. 

Baca juga: Dorong Kualitas Asuh Anak, BKKBN Aceh dan DPMGP4 Nagan Raya Gelar Penguatan Program TAMASYA

Ia menekankan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang seperti implan dan IUD dapat membantu keluarga merencanakan kelahiran sekaligus menekan risiko stunting.

“Ini upaya nyata menyelamatkan perempuan dan anak Indonesia melalui perencanaan keluarga,” ujarnya. 

Diketahui, program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional yang sebelumnya diluncurkan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji. 

Fokusnya adalah meningkatkan cakupan peserta KB aktif, terutama melalui metode yang dinilai lebih efektif dan berkelanjutan.

Membangun kepercayaan masyarakat

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, mengatakan keterlibatan langsung petugas dalam pelayanan menjadi upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap program KB. 

Selain itu, pendekatan jemput bola dinilai penting untuk menjangkau pasangan usia subur, termasuk melalui fasilitas kesehatan swasta.

Baca juga: Berselang Satu Jam, Harga Emas di Abdya Anjlok, Segini Pasaran 5 Mei 2026

“Kehadiran Kemendukbangga dalam pelayanan ini, diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap program KB,” tegasnya.

Menurutnya, penguatan layanan KB tidak hanya berkaitan dengan pengendalian angka kelahiran, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak. 

Oleh karena itu, sinergi antara BKKBN dan IBI akan terus diperluas agar layanan kontrasepsi lebih mudah diakses dan tepat sasaran.

Ia menambahkan, pelayanan ini juga menegaskan peran bidan sebagai garda terdepan dalam layanan kesehatan reproduksi, terutama dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terkait pilihan metode kontrasepsi yang aman dan sesuai kebutuhan.(*)

Baca juga: Perkuat Intervensi Pascabencana, KNPS Aceh dan BKKBN Jajaki Kolaborasi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved