Rabu, 6 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Enam Bulan Pascabencana, BPN Aceh Tamiang Kembali Buka Pelayanan

Enam bulan pascabanjir bandang yang merusak kantor, BPN Aceh Tamiang akhirnya kembali membuka pelayanan di daerah tersebut.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO/SERAMBINEWS.COM/ HO
PELAYANAN BPN - Badan Pertanahan Nasional (BPN) kembali membuka pelayanan di Aceh Tamiang setelah sempat memindahkannya ke Langsa pascabanjir bandang. 

Ringkasan Berita:
  • Enam bulan pascabanjir bandang yang merusak kantor, BPN Aceh Tamiang akhirnya kembali membuka pelayanan di daerah tersebut.
  • Warga sebelumnya mengeluhkan pemindahan layanan ke Langsa karena jarak jauh dan proses administrasi yang tertunda.
  • Sejak 4 Mei 2026, seluruh layanan sudah normal kembali di Aceh Tamiang, sehingga masyarakat dapat mengurus dokumen pertanahan tanpa harus ke Langsa.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Tamiang akhirnya kembali membuka pelayanan di daerah tersebut setelah sempat dipindahkan ke Langsa pascabanjir bandang akhir November 2025.

Pemindahan dilakukan karena Kantor BPN Aceh Tamiang mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir.

Sehingga diputuskan untuk sementara waktu seluruh layanan dialihkan ke Langsa demi kelancaran administrasi.

Namun, keputusan ini menuai keluhan dari masyarakat karena jarak yang jauh membuat mereka kesulitan mengurus berbagai keperluan pertanahan.

Sejumlah warga mengaku keberatan dengan pemindahan layanan yang berlangsung cukup lama. 

Zulkifli, warga BTN Satelit Graha menuturkan, bahwa proses pemecahan surat waris yang diajukan sejak Juli 2025, hingga kini belum selesai.

Setiap kali ia mendatangi Kantor BPN Aceh Tamiang, dirinya selalu diarahkan ke Langsa.

Baca juga: Kakanwil Kemenag Aceh, BPN, dan Kajari Abdya Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf kepada Nazhir Abdya

Menurutnya, pemindahan ke Langsa tidak tepat karena terlalu jauh.

“Seharusnya jika memang harus pindah, cukup ke wilayah Manyakpayed yang lebih dekat,” tutur Zulkifli.

“Hal senada disampaikan Yadi, warga Payabedi, yang menilai kondisi Kantor BPN Aceh Tamiang sudah jauh lebih baik sehingga tidak ada alasan untuk tetap bertahan di Langsa.

Ia menambahkan bahwa fasilitas seperti finger print sudah tersedia, sehingga pelayanan bisa kembali dilakukan di Tamiang.

Ketika dikonfirmasi, Kepala BPN Aceh Tamiang, Evan Rahmaini tidak memberikan jawaban. 

Namun seorang staf bernama Fahri memastikan, bahwa sejak Senin (4/5/2026), pelayanan sudah kembali normal di Aceh Tamiang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved