Banda Aceh
Kabel Mesin Pompa Air Dicuri, Dewan Minta Underpass Dipasang CCTV
Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, meminta kepada dinas terkait di Banda Aceh agar memasang kamera pengawas..
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Tuanku Muhammad meminta pemasangan CCTV di underpass Beurawe guna mencegah aksi pencurian dan memudahkan pengawasan.
- Ia menyoroti hilangnya kabel pompa air yang menyebabkan underpass tergenang dan tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga memicu kemacetan di jalur alternatif.
- Selain itu, ia meminta penyediaan suku cadang, kajian ulang struktur underpass, serta penempatan petugas lalu lintas untuk mengurai kepadatan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, meminta kepada dinas terkait di Banda Aceh agar memasang kamera pengawas (CCTV) di objek vital underpass Beurawee, sehingga jika terjadi aksi kejahatan atau keadaan darurat di lokasi tersebut dapat terpantau dengan jelas.
Permintaan itu disampaikan Tuanku Muhammad menanggapi adanya kasus pencurian kabel mesin pompa air di underpass tersebut yang terjadi beberapa hari lalu.
Katanya, tim Komisi III DPRK Banda Aceh sudah berkunjung langsung ke lokasi. Di lokasi didapati jika kabel mesin pompa sudah hilang dicuri, sehinggga mesin pompa tidak bisa dihidupkan lagi untuk membuang air.
Sehingga saat hujan turun, air menggenangi dasar underpass, tanpa bisa dialirkan ke sungai. Karena proses pembuangan hanya dilakukan dengan mesin pompa.
Saat ini air masih menggenangi bagian dasar underpass sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Akibatnya, petugas terpaksa menutup akses tersebut dan mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif lainnya.
“Oleh karena itu, ke depan perlu dipasang sistem pengawasan di lokasi tersebut agar jika terjadi aksi pencurian, pelaku dapat dipantau dan diidentifikasi,” ujar politisi PKS itu.
Selain itu, ia juga meminta kepada Dinas PUPR Banda Aceh agar menyimpan peralatan pendukung pompa air di underpass, seperti suku cadang dan alat-alat lainnya. Sehingga, jika terjadi kerusakan tidak perlu menunggu pengiriman barang yang bisa memakan waktu beberapa hari.
Baca juga: Laga Persahabatan, DPRK Banda Aceh Taklukkan DPRK Aceh Besar 3-2
Menurutnya, underpass tersebut merupakan jalur penting dalam sistem transportasi dan penghubung beberapa wilayah di Banda Aceh. Penutupan akses ini memaksa warga mencari jalur alternatif melalui uturn Beurawe maupun Simpang Surabaya. Karena ada pengeseran kendaraan, maka pada jam sibuk menyebabkan kemacetan panjang di dua lokasi itu dan merugikan masyarakat.
Ke depan, ia juga meminta dinas terkait untuk melakukan kajian ulang terhadap kondisi underpass tersebut. Jika memungkinkan, dapat dilakukan peninggian struktur agar perbedaan ketinggian antara dasar underpass dan permukaan sungai lebih landai, sehingga air lebih mudah mengalir ke sungai.
Di tengah penutupan underpass yang menyebabkan kemacetan di ruas jalan sekitarnya, Tuanku juga meminta kepada Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian untuk menempatkan petugas pada jam-jam sibuk guna mengurai kepadatan lalu lintas.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tuanku-Muhammad-saat-menyampaikan-masukan-dalam-rapat-dengar-pendapat.jpg)