Rabu, 6 Mei 2026

Berita Banda Aceh

April 2026, Inflasi Aceh 0,23 Persen

BPS Aceh mencatat inflasi di Provinsi Aceh pada April 2026 sebesar 0,23 persen secara bulanan atau month to month (mtm)

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/HO/HUMAS BPS ACEH
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria 

Ringkasan Berita:
  • BPS Aceh mencatat inflasi di Provinsi Aceh pada April 2026 sebesar 0,23 persen secara bulanan atau month to month (mtm)
  • Kenaikan inflasi tersebut dipicu oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan dan transportasi
  • Agus Andria, menambahkan, neraca perdagangan luar negeri Aceh kembali mengalami surplus sebesar 16,16 juta dolar AS pada Maret 2026

“Secara mtm, Meulaboh dan Aceh Tamiang mengalami deflasi, sedangkan Aceh Tengah, Kota Banda Aceh, dan Kota Lhokseumawe mengalami inflasi.” AGUS ANDRIA, Kepala BPS Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat inflasi di Provinsi Aceh pada April 2026 sebesar 0,23 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Kenaikan inflasi tersebut dipicu oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan dan transportasi.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan, hasil pemantauan di lima kabupaten/kota di Aceh, yakni Aceh Tengah, Meulaboh, Aceh Tamiang, Banda Aceh dan Lhokseumawe, menunjukkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 114,01 pada Maret 2026 menjadi 114,27 pada April 2026.

“Secara mtm terjadi inflasi sebesar 0,23 persen. Sementara secara tahunan atau year on year (yoy) inflasi Aceh mencapai 3,88 persen,” kata Agus Andria dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, kelompok pengeluaran yang memberi andil terbesar terhadap inflasi bulanan adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,23 persen dengan kontribusi terhadap inflasi mencapai 0,09 persen.

Sementara itu, secara tahunan, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 4,22 persen dengan kontribusi tertinggi terhadap inflasi, yakni sebesar 1,59 persen.

Adapun komoditas utama yang dominan menyumbang inflasi bulanan antara lain ikan bandeng, angkutan udara, ikan tongkol, bahan bakar rumah tangga, dan ikan dencis.

Sedangkan komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi tahunan adalah beras, emas perhiasan, nasi dengan lauk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan daging ayam ras.

BPS Aceh juga mencatat secara tahunan seluruh daerah penghitungan inflasi mengalami kenaikan harga. Inflasi tertinggi terjadi di Aceh Tengah sebesar 4,93 persen. “Secara mtm, Meulaboh dan Aceh Tamiang mengalami deflasi, sedangkan Aceh Tengah, Kota Banda Aceh, dan Kota Lhokseumawe mengalami inflasi,” ujarnya.

Selain inflasi, BPS Aceh turut mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Aceh pada April 2026 mencapai 124,25 atau naik 0,11 persen dibandingkan Maret 2026.

Kenaikan NTP dipengaruhi oleh naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) menjadi 153,63 atau meningkat 0,10 persen dibanding bulan sebelumnya. Komoditas utama yang menyumbang kenaikan It yakni kelapa sawit, kakao atau coklat biji, dan pinang.

Di sisi lain, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) tercatat sebesar 123,65 atau turun 0,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan Ib dipicu oleh turunnya harga sejumlah komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, dan tongkol.(iw)

Neraca Perdagangan Surplus

DI sisi lain, Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menambahkan, neraca perdagangan luar negeri Aceh kembali mengalami surplus sebesar 16,16 juta dolar AS pada Maret 2026.

Ia mengatakan, surplus tersebut diperoleh dari nilai ekspor Aceh yang mencapai 59,33 juta dolar AS, lebih tinggi dibandingkan nilai impor sebesar 43,17 juta dolar AS. “Pada Maret 2026, neraca perdagangan Aceh mengalami surplus sebesar 16,16 juta dolar AS,” katanya.

Meski demikian, nilai ekspor Aceh pada Maret 2026 tercatat mengalami penurunan sebesar 8,21 persen dibandingkan Februari 2026. Komoditas utama ekspor Aceh masih didominasi batu bara dengan nilai mencapai 46,85 juta dolar AS atau berkontribusi sebesar 78,96 persen terhadap total ekspor.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved