Berita Banda Aceh
April 2026, Inflasi Aceh 0,23 Persen
BPS Aceh mencatat inflasi di Provinsi Aceh pada April 2026 sebesar 0,23 persen secara bulanan atau month to month (mtm)
Ringkasan Berita:
- BPS Aceh mencatat inflasi di Provinsi Aceh pada April 2026 sebesar 0,23 persen secara bulanan atau month to month (mtm)
- Kenaikan inflasi tersebut dipicu oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan dan transportasi
- Agus Andria, menambahkan, neraca perdagangan luar negeri Aceh kembali mengalami surplus sebesar 16,16 juta dolar AS pada Maret 2026
“Secara mtm, Meulaboh dan Aceh Tamiang mengalami deflasi, sedangkan Aceh Tengah, Kota Banda Aceh, dan Kota Lhokseumawe mengalami inflasi.” AGUS ANDRIA, Kepala BPS Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat inflasi di Provinsi Aceh pada April 2026 sebesar 0,23 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Kenaikan inflasi tersebut dipicu oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan dan transportasi.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan, hasil pemantauan di lima kabupaten/kota di Aceh, yakni Aceh Tengah, Meulaboh, Aceh Tamiang, Banda Aceh dan Lhokseumawe, menunjukkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 114,01 pada Maret 2026 menjadi 114,27 pada April 2026.
“Secara mtm terjadi inflasi sebesar 0,23 persen. Sementara secara tahunan atau year on year (yoy) inflasi Aceh mencapai 3,88 persen,” kata Agus Andria dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, kelompok pengeluaran yang memberi andil terbesar terhadap inflasi bulanan adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,23 persen dengan kontribusi terhadap inflasi mencapai 0,09 persen.
Sementara itu, secara tahunan, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 4,22 persen dengan kontribusi tertinggi terhadap inflasi, yakni sebesar 1,59 persen.
Adapun komoditas utama yang dominan menyumbang inflasi bulanan antara lain ikan bandeng, angkutan udara, ikan tongkol, bahan bakar rumah tangga, dan ikan dencis.
Sedangkan komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi tahunan adalah beras, emas perhiasan, nasi dengan lauk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan daging ayam ras.
BPS Aceh juga mencatat secara tahunan seluruh daerah penghitungan inflasi mengalami kenaikan harga. Inflasi tertinggi terjadi di Aceh Tengah sebesar 4,93 persen. “Secara mtm, Meulaboh dan Aceh Tamiang mengalami deflasi, sedangkan Aceh Tengah, Kota Banda Aceh, dan Kota Lhokseumawe mengalami inflasi,” ujarnya.
Selain inflasi, BPS Aceh turut mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Aceh pada April 2026 mencapai 124,25 atau naik 0,11 persen dibandingkan Maret 2026.
Kenaikan NTP dipengaruhi oleh naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) menjadi 153,63 atau meningkat 0,10 persen dibanding bulan sebelumnya. Komoditas utama yang menyumbang kenaikan It yakni kelapa sawit, kakao atau coklat biji, dan pinang.
Di sisi lain, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) tercatat sebesar 123,65 atau turun 0,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan Ib dipicu oleh turunnya harga sejumlah komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, dan tongkol.(iw)
Neraca Perdagangan Surplus
DI sisi lain, Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menambahkan, neraca perdagangan luar negeri Aceh kembali mengalami surplus sebesar 16,16 juta dolar AS pada Maret 2026.
Ia mengatakan, surplus tersebut diperoleh dari nilai ekspor Aceh yang mencapai 59,33 juta dolar AS, lebih tinggi dibandingkan nilai impor sebesar 43,17 juta dolar AS. “Pada Maret 2026, neraca perdagangan Aceh mengalami surplus sebesar 16,16 juta dolar AS,” katanya.
Meski demikian, nilai ekspor Aceh pada Maret 2026 tercatat mengalami penurunan sebesar 8,21 persen dibandingkan Februari 2026. Komoditas utama ekspor Aceh masih didominasi batu bara dengan nilai mencapai 46,85 juta dolar AS atau berkontribusi sebesar 78,96 persen terhadap total ekspor.
Dari sisi negara tujuan ekspor, India menjadi mitra dagang terbesar Aceh dengan nilai ekspor mencapai 51,44 juta dolar AS atau sekitar 86,70 persen dari total ekspor. “Ekspor ke India didominasi komoditas batubara, lemak dan minyak nabati, serta berbagai produk kimia,” ujarnya.
Selain India, Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor berikutnya dengan nilai mencapai 3,11 juta dolar AS, yang didominasi komoditas kopi dan rempah-rempah.
Sementara itu, ekspor ke Tailan tercatat sebesar 2,04 juta dolar AS dengan komoditas utama berupa batu bara serta daging dan ikan olahan. BPS juga mencatat sebagian besar ekspor Aceh dilakukan melalui pelabuhan di wilayah Aceh dengan nilai mencapai 52,93 juta dolar AS atau 89,22 persen dari total ekspor.
Sedangkan sisanya sebesar 6,40 juta dolar AS diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain. Nilai terbesar tercatat melalui Provinsi Sumatera Utara sebesar 6,29 juta dolar AS.
Di sisi lain, total impor Aceh selama Maret 2026 didominasi komoditas propana dan butana dengan nilai mencapai 22,15 juta dolar AS. “Amerika Serikat menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai 22,15 juta dolar AS berupa gas butana dan propana,” ucapnya.
Selain itu, Cina menyumbang impor sebesar 12,27 juta dolar AS yang didominasi bahan kimia anorganik dan pupuk. Sedangkan Rusia menyumbang impor sebesar 8,43 juta dolar AS berupa pupuk.(iw)
AGUS ANDRIA Kepala BPS Provinsi Aceh
Inflasi Aceh Persen
Angka Inflasi Aceh
Angka Inflasi Aceh di Bawah Nasional
Operasi Pasar Tanggap Inflasi Aceh
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| 4 Putra Aceh Lolos Beasiswa LPDP 2026, Satu ke UGM dan Tiga ke Luar Negeri |
|
|---|
| Legislator Gerindra Sorot Fenomena “Hotel Berjalan” di Banda Aceh, Pelecehan Terhadap Syariat |
|
|---|
| Tanggapi Permintaan Mualem, KKP Mulai Survei Perbaikan Kuala di Aceh |
|
|---|
| Klinik di Aceh Jamin Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan di Tengah Regulasi JKA, Begini Kata ASKLIN |
|
|---|
| Mualem Gembira Inflasi di Aceh Turun Tajam: Jaga Stabilitas & Daya Beli Masyarakat Jelang Idul Adha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kepala-BPS-Provinsi-Aceh-Agus-Andriaheadshoot.jpg)