Kamis, 7 Mei 2026

Berita Aceh Barat

Buka Konferensi Ke-23, Pemerintah Abdya Harap PGRI Jadi Mitra Strategis

Ia juga menekankan bahwa profesi guru adalah profesi mulia yang dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang.

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/MASRIAN MIZANI
KONFERENSI PGRI - Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Setdakab Aceh Barat Daya (Abdya), Jufri SAg MM, membuka Konferensi Ke-23 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kabupaten setempat, yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan Abdya, Rabu (6/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Jufri S.Ag., MM, resmi membuka Konferensi Ke-23 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Abdya.
  • Jufri menyampaikan bahwa konferensi ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk memperkuat peran strategis PGRI dalam pembangunan pendidikan di daerah.
  • Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran yang sangat vital, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing, penanam nilai, dan penjaga peradaban.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrian Mizani | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Dr Safaruddin S.Sos., MSP, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Jufri S.Ag., MM, resmi membuka Konferensi Ke-23 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Abdya.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Abdya, Rabu (6/5/2026).

Dalam sambutannya, Jufri menyampaikan bahwa konferensi ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk memperkuat peran strategis PGRI dalam pembangunan pendidikan di daerah.

Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran yang sangat vital, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing, penanam nilai, dan penjaga peradaban.

“Di tangan para guru, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta cinta tanah air,” ujarnya.

Menurutnya, konferensi ini juga menjadi momen strategis untuk merumuskan arah gerak organisasi ke depan, selain memilih kepengurusan baru.

Ia menekankan pentingnya PGRI untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri dan marwah profesi guru.

Baca juga: Pemkab Abdya Serahkan SK kepada 66 PNS Formasi 2024, BKPSDM Tegaskan Komitmen Pembinaan

Jufri mengakui bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti pesatnya perkembangan teknologi, perubahan karakter peserta didik, serta meningkatnya tuntutan kualitas sumber daya manusia. Hal ini menuntut guru untuk terus belajar, berinovasi, dan bertransformasi.

“Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat peluang besar. Jika teknologi dimanfaatkan secara bijak dan kolaborasi diperkuat, maka pendidikan di Abdya dapat melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” katanya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Abdya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai upaya, seperti peningkatan sarana dan prasarana, penguatan kapasitas guru, serta mendorong inovasi pembelajaran.

Meski demikian, ia menyadari bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Keberhasilan pendidikan memerlukan sinergi antara pemerintah, PGRI, dan seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintah Abdya berharap PGRI terus menjadi mitra strategis, menjembatani kebijakan dengan implementasi di lapangan, serta menjadi wadah bagi guru untuk berkembang,” ungkapnya.

Melalui konferensi ini, Jufri berharap lahir gagasan-gagasan baru yang konstruktif, serta kepengurusan yang mampu mengayomi anggota, memperjuangkan kepentingan guru, dan menjaga solidaritas serta profesionalisme.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved