Berita Lhokseumawe
Misbahul Ulum Wisuda 176 Lulusan, Dua Raih Predikat Hafiz Quran 30 Juz
Pesantren Modern Misbahul Ulum kembali menorehkan capaian membanggakan dengan mengukuhkan 176 wisudawan Angkatan ke-29 Ajyaalul Mavaz
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Pesantren Modern Misbahul Ulum Lhokseumawe mewisuda 176 santri Angkatan ke-29, termasuk 8 lulusan cumlaude dan 2 hafiz Al-Qur’an 30 juz.Wisuda menegaskan keberhasilan perpaduan kurikulum nasional dan pesantren yang menghasilkan alumni berprestasi hingga tingkat internasional.Acara ini menjadi awal langkah para lulusan untuk mengabdi dan memberi manfaat bagi masyarakat dan dunia.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM,ACEH UTARA - Pesantren Modern Misbahul Ulum Lhokseumawe kembali menorehkan capaian membanggakan dengan mengukuhkan 176 wisudawan Angkatan ke-29 Ajyaalul Mavaz.
Dari jumlah tersebut, terdiri atas 64 santri putra dan 112 santri putri.
Sebanyak 8 santri berhasil meraih predikat cumlaude, sementara dua di antaranya memperoleh penghargaan sebagai hafiz Quran 30 juz.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Aula Teuku Umar, Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Rabu (06/05/2026), serta dihadiri berbagai tokoh penting daerah dan unsur pemerintah.
Hadir dalam acara tersebut perwakilan Ketua Pembina Yayasan Pesantren Modern Misbahul Ulum, Prof. Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc., M.A., Ketua Umum Yayasan Drs. H. Zainal Abidin, M.K., M.Pd., jajaran pengurus yayasan, serta perwakilan Gubernur Aceh melalui Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki, S.Ag., M.H.
Turut hadir pula perwakilan Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Kakanwil Kemenag Aceh Dr. H. Azhari, M.Si., Kakan Kemenag Kota Lhokseumawe, unsur kepolisian dan TNI, pimpinan instansi daerah, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Mengawali acara, Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Ustaz Martunis, S.Pd., Gr., M.Hum., M.Pd., menegaskan bahwa sistem pendidikan di pesantren tersebut merupakan perpaduan antara kurikulum nasional dan kurikulum pesantren yang tetap memperhatikan kearifan lokal.
“Kami memadukan kurikulum nasional dan kurikulum pesantren dengan tetap memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal,” ujarnya.
Baca juga: Buya Yahya: Ibu Hamil Berniat Anak Hafiz Quran Sudah Dapat Pahala, Meski Belum Terwujud
Ia menambahkan, produk pendidikan pesantren tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Banyak orang berilmu, tetapi belum tentu berintegritas. Nilai seseorang bukan hanya dari apa yang ia ketahui, tetapi dari bagaimana ia bersikap,” tambahnya.
Martunis juga mengungkapkan bahwa minat terhadap Misbahul Ulum semakin meluas, bahkan hingga mancanegara.
Tahun ini, terdapat pendaftar yang berasal dari Jepang dan Amerika Serikat. Hingga kini, sebanyak 4.008 alumni telah tersebar di berbagai negara.
“Ini menjadi bukti bahwa Misbahul Ulum telah berkembang secara global melalui syiar dan dakwah pendidikan,” katanya.
Kemegahan acara semakin terasa dengan penampilan santri yang mendemonstrasikan kemampuan membaca kitab kuning menggunakan metode Al-Miftah Lil Ulum dari Pesantren Sidogiri.
Selain itu, para santri juga menampilkan demonstrasi hafalan Al-Qur’an 30 juz yang langsung diuji oleh pembina tahfiz.
Baca juga: Dayah Darul Quran Aceh Wisuda 74 Santri, 51 Lulusan Khatam Hafalan Al-Qur’an 30 Juz
Perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Irwan, S.HI., M.Si., menyampaikan bahwa Misbahul Ulum yang kini telah berusia 33 tahun, telah melahirkan generasi berprestasi yang diakui secara kelembagaan.
“Jadilah pionir dan teladan bagi umat, agar ilmu yang dimiliki benar-benar memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa perpaduan antara pendidikan salafiah dan modern di pesantren ini telah menunjukkan hasil nyata.
“Demonstrasi pembacaan dan bedah kitab turats tadi merupakan produk kurikulum yang berhasil dan layak menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Aceh, Dr. H. Azhari, M.Si., menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga dari adab dan budi pekerti.
“Hari ini saya melihat masa depan yang cerah dari generasi Misbahul Ulum,” ungkapnya.
Ia juga mendorong agar pesantren ini terus menjadi teladan bagi lembaga pendidikan Islam lainnya, terutama dalam mengamalkan ilmu dan berdakwah.
Baca juga: UPDATE Harga Emas di Aceh 6 Mei 2026: Kompak Naik, Banda Aceh & Pidie Melompat Rp110 Ribu per Mayam
Perwakilan Gubernur Aceh, Melalui Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Marzuki, S.Ag., M.H., turut menyampaikan pesan Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang berhalangan hadir. Ia menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda yang berjiwa kesatria.
“Tantangan terbesar kita hari ini bukan lagi peperangan, melainkan bagaimana memberantas kebodohan,” tegasnya.
Melahirkan banyak alumni berprestasi
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc., M.A., menyampaikan bahwa perjalanan panjang Misbahul Ulum selama 33 tahun telah melahirkan banyak alumni berprestasi, bahkan hingga ke tingkat internasional.
“Alumni Misbahul Ulum kini ada yang menjadi profesor di Australia, staf kedutaan besar RI di India, Pakistan, Yaman, dan negara lainnya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai elemen dalam membangun pesantren, sebagaimana konsep muhajirin dan ansar yang menjadi kekuatan sejak awal berdirinya lembaga tersebut.
Baca juga: Pembukaan Lahan Kebun Kelapa Sawit Nyaris Picu Kebakaran Lahan di Aceh Tamiang
Menutup rangkaian acara, suasana haru menyelimuti aula saat dua santri putra dinobatkan sebagai hafiz Al-Qur’an 30 juz.
Keduanya adalah Muhammad Hafizhan Luthfi asal Desa Kandang, Kota Lhokseumawe, dan Azzam Al Anzami asal Kota Juang, Bireuen.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum Yayasan Misbahul Ulum, Drs. H. Zainal Abidin, M.K., M.Pd., yang turut memberikan pesan penuh makna.
“Selamat atas pencapaian luar biasa ini. Tidak semua orang mampu menghafal Al-Qur’an, namun kalian telah membuktikan bahwa selain belajar, kalian juga mampu menghafalnya dengan sempurna,” pungkasnya.
Wisuda ini tidak hanya menjadi penutup perjalanan pendidikan para santri, tetapi juga menjadi awal langkah mereka untuk mengabdi dan memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.(*)
Baca juga: Polres Aceh Utara Santuni dan Buka Puasa Bersama dengan Anak Yatim Saat Peringati Nuzulul Quran
| Wali Kota Lhokseumawe Tinjau Lokasi Kebakaran di Pardede |
|
|---|
| Begini Awal Mula Terjadi Kebakaran yang Menghanguskan 84 Rumah di Pardede Lhokseumawe |
|
|---|
| Resahkan Warga, Polres Lhokseumawe Amankan 11 Sepmor Milik Para Remaja |
|
|---|
| Tim Star Reborn Polres Lhokseumawe Amankan 11 Sepeda Motor dari Remaja |
|
|---|
| Personel Polres Lhokseumawe Rutin Berpatroli ke Terminal Bus Pada Malam Hari, Ini Tujuannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Misbahul-Ulum-Wisuda-176-Lulusan-Dua-Raih-Predikat-Hafiz-Quran-30-Juz.jpg)