Minggu, 10 Mei 2026

Banda Aceh

Satpol PP-WH Banda Aceh Pantau CCTV Tertibkan Pedagang Liar di Sejumlah Titik

Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kota Banda Aceh bergerak cepat menertibkan sejumlah Pedagang Kaki Lima

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO/DOK. PEMKO BANDA ACEH
PANTAU PKL - Petugas Satpol PP-WH Banda Aceh saat memantau PKL liar berjualan di bahu jalan serta trotoar melalui CCTV CC Room Diskominfotik Banda Aceh, salah satunya di kawasan Jalan Iskandar Muda, Ulee Lheue, Kamis (7/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Satpol PP-WH Banda Aceh menertibkan sejumlah PKL yang berjualan di trotoar dan bahu jalan kawasan Ulee Lheue setelah terpantau melalui CCTV Command Center Diskominfotik. 
  • Penertiban dilakukan secara persuasif karena aktivitas tersebut dinilai mengganggu pengguna jalan dan membahayakan pedagang. 
  • Kasatpol PP-WH Muhammad Rizal menegaskan kawasan Ulee Lheue harus tetap tertib, bersih, dan nyaman sebagai jalur vital menuju pelabuhan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kota Banda Aceh bergerak cepat menertibkan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan serta trotoar, salah satunya di kawasan Jalan Iskandar Muda, Ulee Lheue, Kamis (7/5/2026).

Penertiban dilakukan setelah adanya pemantauan melalui kamera pengawas (CCTV) yang berada di Command Center Room (CC Room) Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh. Menindaklanjuti temuan tersebut, personel Satpol PP-WH langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penertiban secara humanis dan persuasif.

Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh Muhammad Rizal SSTP MSi menegaskan, penertiban ini bukan untuk mematikan usaha masyarakat, melainkan demi ketertiban bersama. “Kami temukan adanya PKL yang berjualan di trotoar serta bahu jalan dari pantauan CCTV CC Room Diskominfotik,” ujar Rizal.

“Ini jelas melanggar aturan karena mengganggu pengguna jalan dan membahayakan pedagang itu sendiri. Kami turun langsung untuk menertibkan dengan cara persuasif,” tambahnya.

Baca juga: Satpol PP-WH Banda Aceh Minta Seorang Pria Tinggalkan Underpass Beurawe, Ini Alasannya

Dikatakan, kawasan Ulee Lheue merupakan wajah kota dan jalur vital menuju Pelabuhan Ulee Lheue. “Kita ingin kawasan ini tertib, bersih, dan nyaman. Bahu jalan harus steril dari aktivitas jualan. Kami minta pedagang menempati lokasi yang sudah disediakan pemerintah,” tegas Rizal.

Pemko Banda Aceh melalui Diskominfotik memang aktif memanfaatkan CCTV CC Room untuk memantau kondisi kota secara real time. Sistem ini menjadi salah satu instrumen pengawasan untuk merespons cepat berbagai potensi gangguan ketertiban dan ketentraman masyarakat.

“Pemko Banda Aceh juga berkomitmen menyediakan solusi relokasi ke tempat yang lebih layak agar pedagang tetap bisa berusaha tanpa melanggar aturan,” pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved