Dunia Kampus
UNIKI Berkomitmen Ciptakan Kampus Anti Kekerasan dan Anti Narkoba
Jajaran sivitas akademika dan berbagai unsur kampus Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen berkomitmen menciptakan lingkungan kampus
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Jajaran sivitas akademika dan berbagai unsur kampus Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang anti kekerasan dan anti narkoba.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Rektor I UNIKI, Dr. Mei Simahatie, SE, MM, usai mengikuti workshop Internalisasi Kebijakan Anti Kekerasan, Anti Narkoba, dan Antikorupsi di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan LLDIKTI Wilayah XIII Aceh di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (6/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, UNIKI diwakili oleh Wakil Rektor I dan Kepala Bagian Kemahasiswaan, Mahyu Danil, SE, MSi. Workshop dibuka oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, Dr. Ir. Rizal Munadi, MM, MT.
Humas UNIKI, Taufik Harahap, SH, MSi, kepada Serambinews.com, Sabtu (9/5/2026), menyampaikan bahwa workshop menghadirkan pemateri Nurmiati, S.P., M.K.M. dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Banda Aceh.
Baca juga: LLDIKTI Wilayah XIII Aceh Kunjungi UNIKI Bireuen untuk Monitoring dan Evaluasi Akademik
Dalam pemaparannya, Nurmiati menyoroti degradasi moral di lingkungan kampus yang kini menjadi perhatian serius. Berbagai kasus seperti perundungan, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, hingga tindak kriminal lainnya masih kerap terjadi di lingkungan pendidikan tinggi.
Menurutnya, kondisi tersebut harus disikapi secara kolektif melalui langkah pencegahan yang nyata dan berkelanjutan. Salah satunya dengan membangun kesadaran sivitas akademika melalui pelatihan, edukasi, serta penguatan kebijakan kampus yang berpihak pada keamanan dan kenyamanan mahasiswa.
“Kita harus mulai melakukan pencegahan agar tindakan-tindakan tersebut tidak terulang kembali di kampus-kampus dengan membekali berbagai pelatihan dan penguatan pemahaman kepada seluruh sivitas akademika,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, Dr. Ir. Rizal Munadi, MM, MT, berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh perguruan tinggi di Aceh. Ia mengajak seluruh peserta mengimplementasikan hasil workshop di kampus masing-masing sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, serta bebas dari kekerasan, narkoba, dan praktik korupsi.
Wakil Rektor I UNIKI, Dr. Mei Simahatie, menegaskan bahwa UNIKI berkomitmen mendukung kebijakan tersebut dengan membentuk satuan tugas (Satgas) anti narkoba dan anti kekerasan di lingkungan kampus.
Menurutnya, keberadaan satgas diharapkan menjadi motor utama dalam upaya pencegahan berbagai tindakan amoral yang dapat merusak lingkungan akademik.
“Kampus sebagai wadah keilmuan seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siapa saja tanpa terkecuali. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” ungkapnya. (*)
| Pertama di Aceh, Prodi Sarjana Ilmu Gizi Universitas Ubudiyah Raih Akreditasi Unggul |
|
|---|
| Prodi Ekonomi Pembangunan USK Gelar Seminar Bersama Thaksin dan Rajabhat University, Thailand |
|
|---|
| Fakultas Teknik Umuslim Gelar Kuliah Umum, Ini Bahasannya |
|
|---|
| Konjen India Resmikan Indian Corner di IAIN Langsa, Paparkan Peluang Global hingga Beasiswa |
|
|---|
| Gelar Festival Pendidikan, Komunikasi Unimal: Nilai Lokal Modal Hadapi Tantangan Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/narkoba-0pllp.jpg)