Berita Banda Aceh
Wamendiktisaintek Puji Riset dan Hilirisasi USK saat Kunjungi ARC dan TDMRC
Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat atas capaian riset dan hilirisasi inovasi yang berdampak langsung
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- USK mendapat apresiasi dari Stella Christie atas keberhasilan riset dan hilirisasi inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
- Wamendikti menilai inovasi berbasis nilam Aceh yang dikembangkan Atsiri Research Center berhasil meningkatkan nilai jual minyak nilam dari sekitar Rp900 ribu menjadi Rp6 juta per kilogram.
- Tsunami and Disaster Mitigation Research Center juga diapresiasi karena mengembangkan inovasi kebencanaan seperti teknologi air bersih dan pangan darurat berbasis riset.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat atas capaian riset dan hilirisasi inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof Stella Christie saat mengunjungi Atsiri Research Center (ARC) dan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK di Banda Aceh, Jumat (8/5/2026).
Dalam kunjungannya, Wamendikti Saintek menilai berbagai inovasi yang dikembangkan USK menunjukkan bahwa riset perguruan tinggi mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semua produk hebat di dunia adalah produk yang lahir dari riset dan terus diperbaiki melalui riset. Inilah contoh hilirisasi yang benar,” ujar Stella Christie.
Ia mengapresiasi berbagai produk hasil pengembangan ARC USK yang telah memasuki tahap komersialisasi, khususnya produk berbasis nilam Aceh atau patchouli.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar karena menjadi pemasok utama nilam dunia, namun selama ini sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai tambah ekonomi belum optimal.
Baca juga: Mahasiswa USK Sabet 8 Penghargaan Bergengsi di DEC Bali, Ini Kategorinya
Karena itu, Stella menilai inovasi dan hilirisasi menjadi langkah penting agar produk Indonesia mampu bersaing di pasar global.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi antara kementerian, universitas, masyarakat, dan petani agar riset terus berkembang dan produk kita mampu bersaing di pasaran,” katanya.
Sementara itu, Kepala ARC USK, Syaifullah Muhammad, menjelaskan bahwa ARC sejak tahun 2014 aktif mendampingi petani nilam di Aceh dalam meningkatkan kualitas dan nilai jual produk.
Ia mengungkapkan, sebelumnya minyak nilam dari petani hanya dijual sebagai bahan mentah ke pasar luar negeri seperti Prancis dan Amerika Serikat dengan harga sekitar Rp900 ribu per kilogram.
Namun melalui proses riset dan hilirisasi, nilai produk dapat meningkat hingga mencapai sekitar Rp6 juta.
“Dulu hanya empat kabupaten yang mengembangkan nilam, sekarang sudah berkembang menjadi 18 kabupaten. Ini menunjukkan dampak nyata dari riset dan pendampingan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: Wamendikti Kagum Produk Nilam USK, Nilainya Naik dari Rp900 Ribu Jadi Rp6 Juta
Selain pengembangan parfum dan produk turunan nilam, ARC USK juga berhasil mengembangkan berbagai inovasi berbasis minyak atsiri, termasuk produk pembersih dengan kemampuan antimikroba yang tinggi hasil dukungan pendanaan hilirisasi dari kementerian.
Dalam kesempatan tersebut, Stella Christie juga mengunjungi TDMRC USK dan mengapresiasi kontribusi lembaga tersebut dalam pengembangan inovasi kebencanaan berbasis riset.
Menurutnya, penanganan bencana akan jauh lebih efektif apabila didukung riset yang kuat dan melibatkan perguruan tinggi sebagai pusat keilmuan.
| QR Antar Negara BYOND by BSI Siap Digunakan di China |
|
|---|
| DPRK Keluarkan Rekom Soal Kekerasan Anak, Desak Pemko Audit Semua Daycare di Banda Aceh |
|
|---|
| Peringati Hari Talasemia Sedunia, YDUA Kampanyekan ‘Melihat yang Selama Ini Tak Terlihat’ |
|
|---|
| Ada 3 Pemain Aceh yang Ikut Bawa Adhayaksa FC Promosi ke Liga Super Indonesia |
|
|---|
| RSUDZA Masih Butuh Tambahan Rumah Singgah untuk Keluarga Pasien |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/KUNJUNGI-ARC-DAN-TDMRC.jpg)