Infrastruktur
Jembatan Gantung Perintis Garuda Hubungkan Dua Desa, Warga Aceh Tamiang Bersyukur
Warga dua desa, Sekerak Kiri dan Bandarmahligai, Kabupaten Aceh Tamiang, menggelar acara syukuran atas rampungnya pembangunan Jembatan Gantung
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Warga dua desa, Sekerak Kiri dan Bandarmahligai, Kabupaten Aceh Tamiang, menggelar acara syukuran atas rampungnya pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang menghubungkan kedua wilayah tersebut.
Syukuran digelar di sisi Desa Bandarmahligai dan turut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Jumat (8/5/2026). Dalam kegiatan itu, warga menyiapkan berbagai makanan khas Tamiang untuk menjamu para tamu yang hadir.
“Kami sangat bersyukur karena sekarang tidak harus memutar lagi,” kata Lisa, warga Bandarmahligai, Minggu (10/5/2026).
Baca juga: Wabup Aceh Selatan Bersama Dandim Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Jembatan Bailey
Lisa menjelaskan, selama ini belum tersedia fasilitas jembatan yang menghubungkan Bandarmahligai dengan Sekerak Kiri, padahal mobilitas warga antar-dua desa tersebut tergolong tinggi.
“Rata-rata warga Bandarmahligai memiliki kebun di Sekerak Kiri, sementara warga Sekerak Kiri banyak yang bersekolah di sini (Bandarmahligai),” ujarnya.
Sebelum banjir bandang melanda pada 26 November 2025, warga kedua desa memanfaatkan dermaga tradisional untuk menyeberang menggunakan getek atau perahu. Namun kini kondisi dermaga tersebut sudah tidak layak karena sangat curam.
“Kalau orang yang sudah tua pasti tidak berani menyeberang, salah-salah bisa jatuh ke sungai,” ungkapnya.
Jembatan Gantung Perintis Garuda ini merupakan program yang dijalankan Kodim 0117/Aceh Tamiang atas perintah langsung Presiden RI melalui Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Jembatan di Bandarmahligai ini menjadi jembatan kedua yang dibangun TNI di wilayah Aceh Tamiang.
“Sebelumnya, jembatan pertama sudah selesai dibangun di Lubuk Sidup,” kata Dandim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya.
Subhi menyebutkan, jembatan kedua ini termasuk salah satu jembatan gantung terpanjang di Indonesia karena membentang sepanjang 280 meter. Pembangunannya juga mempertimbangkan kepadatan penduduk di dua desa yang mencapai 893 kepala keluarga.
“Berdasarkan pertimbangan tersebut, lebar jembatan dilebihkan menjadi 1,2 meter,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau agar muatan jembatan dibatasi maksimal tiga orang dalam satu waktu. Konstruksi jembatan ini juga dinyatakan layak dilalui oleh sepeda motor.(*)
| Al-Farlaky Resmikan Jalan Peureulak–Leubok Pempeng |
|
|---|
| Alat Sudah Siap, Tapi Aspal Masih Tertahan, Ini Penyebab Empat Proyek Jalan Gayo Lues Belum Rampung |
|
|---|
| Rangka Jembatan Bailey di Beutong Ateuh Nagan Mulai Dipasang, Jembatan Darurat Kayu Dilintasi Mobil |
|
|---|
| DPRK Banda Aceh Minta PUPR Prioritaskan Perbaikan Jalan |
|
|---|
| Bupati Nagan TRK Tinjau Pengaspalan Jalan di Serba Jadi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jembatan-gantung-10.jpg)