Senin, 11 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Sudirman Said Tutup Traveling PMR di Markas PMI Banda Aceh, Begini Pesannya

Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat, Sudirman Said, menutup kegiatan traveling Palang Merah Remaja (PMR) di Markas PMI Banda Aceh.

Tayang:
Penulis: Hendri Abik | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
LABORATORIUM PMI - Ketua Bidang Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Sudirman Said meninjau laboratorium PMI Kota Banda Aceh untuk melihat fasilitas kesehatan yang dimiliki, serta mengunjungi rumah singgah PMI yang diperuntukkan bagi pasien dan keluarga pasien yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat, Sudirman Said, menutup kegiatan traveling Palang Merah Remaja (PMR) di Markas PMI Banda Aceh, Minggu (10/5/2026).
  • Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya nilai kemanusiaan, kesukarelaan, dan netralitas, serta mengajak anggota PMR memahami tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
  • Sudirman juga memotivasi generasi muda agar menjadikan PMR sebagai wadah membangun jiwa sosial.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Hendri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Bidang Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Sudirman Said menekankan pentingnya nilai kemanusiaan, kesukarelaan, dan netralitas kepada generasi muda yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) di Banda Aceh, Minggu (10/5/2026). 

Pesan tersebut ia sampaikan saat menjadi pembina upacara penutupan kegiatan traveling PMR di Markas PMI Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Sudirman Said mengajak anggota PMR memahami tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. 

Ia menegaskan bahwa fokus utama gerakan ini adalah membantu menyelesaikan masalah kemanusiaan, baik konflik, bencana, maupun persoalan sosial seperti kelaparan dan kemiskinan.

Menurutnya, gerakan kepalangmerahan dibangun atas dasar kesukarelaan, bukan karena perintah atau imbalan materi. 

“Seluruh gerakan ini didasari semangat sukarela. Bukan karena gaji, bukan karena instruksi, tetapi dorongan hati untuk membantu sesama,” ujarnya.

Baca juga: Kawal Misi Kemanusiaan Jusuf Kalla ke Iran, PMI Banda Aceh Kirim Doa dan Harapan Perdamaian

Sudirman juga menekankan prinsip kesamaan dan kenetralan dalam PMI. 

Relawan tidak membedakan suku, agama, daerah, maupun afiliasi politik saat membantu masyarakat. 

“Begitu ada masalah kemanusiaan, tidak perlu bertanya agamanya apa, partainya apa, atau berasal dari mana. Semua umat manusia adalah urusan kita,” tegasnya.

Selain memberikan motivasi, Sudirman mengingatkan bahwa organisasi PMI dan PMR adalah wadah membangun jiwa sosial serta modal sosial untuk masa depan. 

Ia mencontohkan sejarah lahirnya Palang Merah Internasional yang dipelopori Henry Dunant, seorang pengusaha yang tergerak membantu korban perang hingga melahirkan gerakan kemanusiaan dunia. 

Ia juga mengapresiasi konsistensi PMI Aceh dalam membina PMR dan relawan muda, terutama saat tsunami 2004, di mana PMI hadir paling awal dan bertahan paling akhir.

Sudirman berharap, anggota PMR terus aktif mengembangkan diri dan menjadi pemimpin masa depan dengan kepedulian sosial tinggi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved