Berita Banda Aceh
Sudirman Said Tutup Traveling PMR di Markas PMI Banda Aceh, Begini Pesannya
Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat, Sudirman Said, menutup kegiatan traveling Palang Merah Remaja (PMR) di Markas PMI Banda Aceh.
Penulis: Hendri Abik | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat, Sudirman Said, menutup kegiatan traveling Palang Merah Remaja (PMR) di Markas PMI Banda Aceh, Minggu (10/5/2026).
- Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya nilai kemanusiaan, kesukarelaan, dan netralitas, serta mengajak anggota PMR memahami tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
- Sudirman juga memotivasi generasi muda agar menjadikan PMR sebagai wadah membangun jiwa sosial.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Hendri | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Bidang Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Sudirman Said menekankan pentingnya nilai kemanusiaan, kesukarelaan, dan netralitas kepada generasi muda yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) di Banda Aceh, Minggu (10/5/2026).
Pesan tersebut ia sampaikan saat menjadi pembina upacara penutupan kegiatan traveling PMR di Markas PMI Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Sudirman Said mengajak anggota PMR memahami tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Ia menegaskan bahwa fokus utama gerakan ini adalah membantu menyelesaikan masalah kemanusiaan, baik konflik, bencana, maupun persoalan sosial seperti kelaparan dan kemiskinan.
Menurutnya, gerakan kepalangmerahan dibangun atas dasar kesukarelaan, bukan karena perintah atau imbalan materi.
“Seluruh gerakan ini didasari semangat sukarela. Bukan karena gaji, bukan karena instruksi, tetapi dorongan hati untuk membantu sesama,” ujarnya.
Baca juga: Kawal Misi Kemanusiaan Jusuf Kalla ke Iran, PMI Banda Aceh Kirim Doa dan Harapan Perdamaian
Sudirman juga menekankan prinsip kesamaan dan kenetralan dalam PMI.
Relawan tidak membedakan suku, agama, daerah, maupun afiliasi politik saat membantu masyarakat.
“Begitu ada masalah kemanusiaan, tidak perlu bertanya agamanya apa, partainya apa, atau berasal dari mana. Semua umat manusia adalah urusan kita,” tegasnya.
Selain memberikan motivasi, Sudirman mengingatkan bahwa organisasi PMI dan PMR adalah wadah membangun jiwa sosial serta modal sosial untuk masa depan.
Ia mencontohkan sejarah lahirnya Palang Merah Internasional yang dipelopori Henry Dunant, seorang pengusaha yang tergerak membantu korban perang hingga melahirkan gerakan kemanusiaan dunia.
Ia juga mengapresiasi konsistensi PMI Aceh dalam membina PMR dan relawan muda, terutama saat tsunami 2004, di mana PMI hadir paling awal dan bertahan paling akhir.
Sudirman berharap, anggota PMR terus aktif mengembangkan diri dan menjadi pemimpin masa depan dengan kepedulian sosial tinggi.
| SMAN Unggul Subulussalam hingga MAN Model, Ini 10 Sekolah yang Mendominasi Jalur Talenta USK 2026 |
|
|---|
| Komite SMA Negeri Modal Bangsa Apresiasi Capaian 93 Siswa Lulus PTN melalui Jalur UTBK |
|
|---|
| 93 Siswa SMA Modal Bangsa Aceh Tembus SNBT, 17 Di Antaranya Lulus di FK USK |
|
|---|
| Mualem Minta Gas Andaman Selatan Diolah di Arun |
|
|---|
| Tim Gabungan Gagalkan Pengiriman 2,8 Kg Ganja di Bandara SIM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sudirman-Said-kunjungi-Lab-PMI.jpg)