Senin, 11 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Lagi, 6 Hotspot Terdeteksi di Aceh, Terbanyak di Aceh Selatan

BMKG mendeteksi enam titik panas di Aceh pada Minggu (10/5/2026), dengan tingkat kepercayaan sedang.

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Serambinews.com/serambinews
HOTSPOT DI ACEH – Peta sebaran enam titik panas atau hotspot di wilayah Provinsi Aceh pada Minggu (10/5/2026). Terbanyak di Kabupaten Aceh Selatan yang mencapai 4 titik. 
Ringkasan Berita:
  • BMKG mendeteksi enam titik panas di Aceh pada Minggu (10/5/2026), dengan tingkat kepercayaan sedang.
  • Sebaran hotspot terbanyak berada di Aceh Selatan (4 titik), sementara Aceh Timur dan Kota Lhokseumawe masing-masing terpantau satu titik.
  • BMKG mengimbau masyarakat waspada, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta mencatat fenomena MJO yang meningkatkan potensi hujan di wilayah Aceh.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya enam titik panas (hotspot) di Provinsi Aceh pada Minggu (10/5/2026). 

Titik panas ini terpantau melalui sensor Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIRS, dengan tingkat kepercayaan kategori sedang.

Menurut Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Fitriana Nur, sebaran titik panas tersebut terdeteksi di tiga wilayah berbeda. 

Di Kabupaten Aceh Selatan terdapat empat titik panas, masing-masing dua di Kecamatan Trumon Timur, satu di Trumon, dan satu di Trumon Tengah. 

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Timur terpantau satu titik panas di Kecamatan Peureulak.

Satu titik panas lainnya berada di Kota Lhokseumawe, tepatnya di Kecamatan Muara Satu.

Baca juga: 9 Titik Panas Terpantau, Ini Prakiraan Cuaca Banda Aceh Sekitarnya saat Akhir Pekan Menurut BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah risiko kebakaran hutan dan lahan. 

Fenomena MJO

Pada bagian lain, BMKG juga mencatat masih aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Aceh. 

Kondisi atmosfer ini diperkuat oleh adanya belokan angin, konvergensi, serta suhu muka laut yang hangat di perairan Barat dan Timur Aceh. 

Faktor-faktor tersebut meningkatkan potensi penguapan dan pembentukan awan hujan di wilayah Aceh.

Dengan adanya kombinasi titik panas dan kondisi atmosfer yang dinamis, BMKG menekankan pentingnya langkah antisipasi dari masyarakat maupun pemerintah daerah. 

Baca juga: Hujan Deras Akan Guyur Sebagian Aceh, Efek Gelombang Kelvin & MJO, BMKG: Waspadai Banjir dan Longsor

Peningkatan kewaspadaan terhadap kebakaran lahan sekaligus kesiapan menghadapi potensi hujan diharapkan dapat meminimalisir dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved