Rabu, 13 Mei 2026

Info Aceh Tengah

Temui Menteri Transmigrasi, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga Usulkan SHM hingga Rumah Kopi

“Kalau diurus mandiri, biaya sertifikat bisa mencapai Rp6,5 juta per bidang. Tentu ini cukup berat bagi masyarakat,”

Tayang:
Editor: IKL
for serambinews
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga (kiri) menyerahkan cendera mata kepada Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara di sela-sela pertemuan keduanya di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyebut Kabupaten Aceh Tengah menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus pemerintah pusat, terutama dalam pengembangan kawasan transmigrasi dan percepatan pembangunan pascabencana.

Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Bupati Aceh Tengah Drs Haili Yoga, M.Si, di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026).

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga (kiri) beserta jajaran beraudiensi dengan Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026).
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga (kiri) beserta jajaran beraudiensi dengan Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026). (for serambinews)

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyampaikan sejumlah usulan prioritas, mulai dari penanganan kawasan transmigrasi, pembangunan infrastruktur dasar, hingga pengembangan sektor ekonomi berbasis kopi.

Bupati Haili Yoga menjelaskan, kawasan transmigrasi di Kecamatan Atu Lintang dan Jagong Jeget yang dibangun sejak era 1980-an masih menghadapi persoalan legalitas lahan. 

Baca juga: Temui Menteri Lingkungan Hidup, Bupati Aceh Tengah Bahas TPA dan Pengelolaan Sampah

Hingga kini, banyak masyarakat belum memiliki sertifikat hak milik (SHM).

“Kalau diurus mandiri, biaya sertifikat bisa mencapai Rp6,5 juta per bidang. Tentu ini cukup berat bagi masyarakat,” kata Haili Yoga.

Selain itu, Pemkab Aceh Tengah juga mengusulkan pembangunan sarana air bersih untuk sembilan desa terdampak bencana hidrometeorologi. 

Menurutnya, sumber air berada sekitar 13 hingga 15 kilometer dari permukiman warga dan dokumen Detail Engineering Design (DED) telah disiapkan.

Tak hanya itu, Aceh Tengah juga menawarkan program transmigrasi lokal dengan menyiapkan sekitar 9.000 hektare lahan potensial. 

Di sektor ekonomi, pemerintah daerah turut mengusulkan program Rumah Kopi sebagai pusat pengembangan kopi ekspor yang diharapkan menjadi proyek percontohan nasional.

Usulan lain yang disampaikan meliputi pembangunan jalan di kawasan transmigrasi serta peningkatan fasilitas pendidikan bagi masyarakat transmigrasi.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Menteri Transmigrasi menegaskan Aceh Tengah masuk dalam perhatian kementeriannya.

“Dalam radar saya, Aceh Tengah itu menjadi pusat perhatian kami,” ujar Iftitah.

Ia mengakui pemerintah pusat saat ini masih menghadapi keterbatasan anggaran dan tantangan nasional lainnya. 

Meski demikian, pihaknya tetap berupaya mengakomodasi program-program prioritas yang diajukan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved