Langsa
Pascasarjana IAIN Langsa Gelar Workshop Visi Keilmuan dan Kurikulum Program Doktor Studi Islam
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menggelar Workshop Visi Keilmuan dan Kurikulum Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana...
Penulis: Zubir | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- IAIN Langsa menggelar Workshop Visi Keilmuan dan Kurikulum Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana, selama 2 hari sejak 13 - 14 Mei 2026, di Ruang Rapat Direktur Pascasarjana.
- Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan guru besar, diantaranya Prof. Hasan Asari dan Prof. Dr. Danial, untuk mematangkan arah pengembangan program doktor berbasis integrasi keilmuan Islam.
- Workshop ini menjadi langkah strategis IAIN Langsa dalam mempersiapkan pembukaan Program Doktor Studi Islam.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menggelar Workshop Visi Keilmuan dan Kurikulum Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana, selama 2 hari sejak 13 - 14 Mei 2026, di Ruang Rapat Direktur Pascasarjana.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan guru besar, diantaranya Prof. Hasan Asari dan Prof. Dr. Danial, untuk mematangkan arah pengembangan program doktor berbasis integrasi keilmuan Islam.
Workshop ini menjadi langkah strategis IAIN Langsa dalam mempersiapkan pembukaan Program Doktor Studi Islam yang diharapkan mampu melahirkan akademisi, intelektual, dan ulama moderat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.
Plt. Direktur Pascasarjana IAIN Langsa, Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, menyampaikan, pengembangan program doktor merupakan bagian dari penguatan kapasitas akademik Pascasarjana IAIN Langsa.
Ke depan pihaknya juga berupaya membuka program studi lain seperti Manajemen Pendidikan, dan program-program studi lainnya.
"Prodi Islam ini merupakan gagasan besar yang melihat Islam dalam berbagai aspek, baik sosial, ekonomi, lingkungan maupun sejarah,” sebutnya.
Menurut akademisi akrap disapa Doktor Emi, Studi Islam pada level doktor tidak hanya berfokus pada kajian fikih tekstual, tetapi membuka ruang multidisipliner sesuai kebutuhan riset mahasiswa.
"Mahasiswa nantinya dapat dibimbing sesuai peminatan masing-masing, lalu mata kuliah dirancang untuk mendukung penyelesaian disertasi secara mendalam dan terarah," paparnya.
Sementara Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf, Nst, menegaskan, keberadaan program doktor menjadi simbol kematangan akademik sebuah perguruan tinggi.
Apabila sebuah kampus belum memiliki program doktor, maka belum sepenuhnya matang secara akademik.
"Karena itu penyusunan kurikulum harus dilakukan secara hati-hati dan tidak terburu-buru,” jelasnya.
Rektor menambahkan, Program Doktor Studi Islam IAIN Langsa dibangun di atas paradigma integrasi dan interkoneksi ilmu yang menempatkan wahyu dan akal.
Hal ini sebagai satu kesatuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kajian Islam tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga kontekstual melalui pendekatan multidisipliner.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rektor-IAIN-Langsa-Prof-Dr-H-Ismail-Fahmi-Arrauf-saat-Workshop-2026.jpg)