Langsa
Pascasarjana IAIN Langsa Gelar Workshop Visi Keilmuan dan Kurikulum Program Doktor Studi Islam
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menggelar Workshop Visi Keilmuan dan Kurikulum Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana...
Penulis: Zubir | Editor: Eddy Fitriadi
Dipaparkannya lagi, konsep islamisasi ilmu yang diarahkan pada rekonstruksi sains berbasis nilai dengan menjadikan wahyu sebagai sumber epistemologi utama.
Sedangkan integrasi ilmu menekankan penyatuan wahyu dan akal, sedangkan interkoneksi diwujudkan melalui dialog terbuka antarbidang ilmu.
Program doktor ini memiliki tiga pilar utama pengembangan keilmuan, yakni Integrasi - Interkoneksi, Islam Nusantara, dan Islam Kontemporer.
Pilar Islam Nusantara menyoroti kekhasan Islam moderat di Asia Tenggara, khususnya kearifan lokal Aceh dan sejarah keilmuan Islam melalui Zawiyah Cot Kala.
Adapun pilar Islam Kontemporer diarahkan untuk merespons isu-isu global seperti digitalisasi, ekologi, hak asasi manusia, pendidikan Islam modern, hingga hukum Islam kontemporer.
“IAIN Langsa bukan hanya menambah jenjang akademik, tetapi sebuah ikhtiar untuk mengelola masa depan keilmuan Islam yang moderat, berdampak, dan berpengaruh terhadap peradaban,” sebut Rektor.
Rektor IAIN Langsa optimistis program doktor ini akan berkembang dan memberikan dampak besar bagi pembangunan peradaban berbasis ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam moderat.
Kemudian dalam sesi diskusi, sejumlah guru besar dan stakeholder turut memberikan masukan terhadap pengembangan Program Doktor Studi Islam.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Langsa, Prof. Dr. Iskandar, M.CL, menilai Program Doktor Studi Islam harus memiliki kekhasan tersendiri dibanding perguruan tinggi lain.
Kemudian orientasi doktoral bukan sekadar memperoleh jabatan, tetapi meningkatkan kapasitas berpikir dan kontribusi intelektual bagi masyarakat.
Di kesempatan itu, Prof. Danial menyampaikan bahwa kehadiran program doktor di Langsa menjadi peluang besar bagi masyarakat Aceh untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus keluar daerah.
"Kini sudah ada program doktor di Langsa, jadi tidak perlu jauh-jauh lagi, namun yang kita harapkan adalah lahirnya kematangan akademik yang aplikatif dan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Dalam closing statement, Direktur Pascasarjana Dr. Amiruddin Yahya kembali menegaskan bahwa seorang doktor harus memiliki cara berpikir filosofis dan mampu melihat persoalan masyarakat secara mendalam dan integratif.
Dia juga meluruskan pemahaman tentang Islam Nusantara sebagai Islam yang tumbuh dan berkembang di kawasan Nusantara dengan kekayaan budaya dan sejarahnya.
Baca juga: Polres Langsa Musnahkan 2,Kg dari 6 Kasus Pengungkapan, 8 Tersangka Ditangkap
Selain itu, ia menekankan pentingnya transformasi keilmuan Islam yang tidak berhenti pada aspek ritual semata, tetapi dapat dikaji melalui berbagai perspektif ilmu pengetahuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rektor-IAIN-Langsa-Prof-Dr-H-Ismail-Fahmi-Arrauf-saat-Workshop-2026.jpg)