Kamis, 14 Mei 2026

Langsa

Pascasarjana IAIN Langsa Gelar Workshop Visi Keilmuan dan Kurikulum Program Doktor Studi Islam 

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menggelar Workshop Visi Keilmuan dan Kurikulum Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana...

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO/Foto Humas IAIN Langsa
WORKSHOP - Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf, Nst (kanan), Plt. Direktur Pascasarjana IAIN Langsa, Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, saat workshop berlangsung. 
Ringkasan Berita:
  • IAIN Langsa menggelar Workshop Visi Keilmuan dan Kurikulum Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana, selama 2 hari sejak 13 - 14 Mei 2026, di Ruang Rapat Direktur Pascasarjana. 
  • Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan guru besar, diantaranya Prof. Hasan Asari dan Prof. Dr. Danial, untuk mematangkan arah pengembangan program doktor berbasis integrasi keilmuan Islam.
  • Workshop ini menjadi langkah strategis IAIN Langsa dalam mempersiapkan pembukaan Program Doktor Studi Islam.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa

SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menggelar Workshop Visi Keilmuan dan Kurikulum Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana, selama 2 hari sejak 13 - 14 Mei 2026, di Ruang Rapat Direktur Pascasarjana. 

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan guru besar, diantaranya Prof. Hasan Asari dan Prof. Dr. Danial, untuk mematangkan arah pengembangan program doktor berbasis integrasi keilmuan Islam.

Workshop ini menjadi langkah strategis IAIN Langsa dalam mempersiapkan pembukaan Program Doktor Studi Islam yang diharapkan mampu melahirkan akademisi, intelektual, dan ulama moderat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.

Plt. Direktur Pascasarjana IAIN Langsa, Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, menyampaikan, pengembangan program doktor merupakan bagian dari penguatan kapasitas akademik Pascasarjana IAIN Langsa

Ke depan pihaknya juga berupaya membuka program studi lain seperti Manajemen Pendidikan, dan program-program studi lainnya. 

"Prodi Islam ini merupakan gagasan besar yang melihat Islam dalam berbagai aspek, baik sosial, ekonomi, lingkungan maupun sejarah,” sebutnya.

Menurut akademisi akrap disapa Doktor Emi, Studi Islam pada level doktor tidak hanya berfokus pada kajian fikih tekstual, tetapi membuka ruang multidisipliner sesuai kebutuhan riset mahasiswa.

"Mahasiswa nantinya dapat dibimbing sesuai peminatan masing-masing, lalu mata kuliah dirancang untuk mendukung penyelesaian disertasi secara mendalam dan terarah," paparnya.

Sementara Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf, Nst, menegaskan, keberadaan program doktor menjadi simbol kematangan akademik sebuah perguruan tinggi.

Apabila sebuah kampus belum memiliki program doktor, maka belum sepenuhnya matang secara akademik. 

"Karena itu penyusunan kurikulum harus dilakukan secara hati-hati dan tidak terburu-buru,” jelasnya.

Rektor menambahkan, Program Doktor Studi Islam IAIN Langsa dibangun di atas paradigma integrasi dan interkoneksi ilmu yang menempatkan wahyu dan akal.

Hal ini sebagai satu kesatuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kajian Islam tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga kontekstual melalui pendekatan multidisipliner.

Dipaparkannya lagi, konsep islamisasi ilmu yang diarahkan pada rekonstruksi sains berbasis nilai dengan menjadikan wahyu sebagai sumber epistemologi utama.

Sedangkan integrasi ilmu menekankan penyatuan wahyu dan akal, sedangkan interkoneksi diwujudkan melalui dialog terbuka antarbidang ilmu.

Program doktor ini memiliki tiga pilar utama pengembangan keilmuan, yakni Integrasi - Interkoneksi, Islam Nusantara, dan Islam Kontemporer.

Pilar Islam Nusantara menyoroti kekhasan Islam moderat di Asia Tenggara, khususnya kearifan lokal Aceh dan sejarah keilmuan Islam melalui Zawiyah Cot Kala.

Adapun pilar Islam Kontemporer diarahkan untuk merespons isu-isu global seperti digitalisasi, ekologi, hak asasi manusia, pendidikan Islam modern, hingga hukum Islam kontemporer. 

“IAIN Langsa bukan hanya menambah jenjang akademik, tetapi sebuah ikhtiar untuk mengelola masa depan keilmuan Islam yang moderat, berdampak, dan berpengaruh terhadap peradaban,” sebut Rektor.

Rektor IAIN Langsa optimistis program doktor ini akan berkembang dan memberikan dampak besar bagi pembangunan peradaban berbasis ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam moderat.

Kemudian dalam sesi diskusi, sejumlah guru besar dan stakeholder turut memberikan masukan terhadap pengembangan Program Doktor Studi Islam

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Langsa, Prof. Dr. Iskandar, M.CL, menilai Program Doktor Studi Islam harus memiliki kekhasan tersendiri dibanding perguruan tinggi lain. 

Kemudian orientasi doktoral bukan sekadar memperoleh jabatan, tetapi meningkatkan kapasitas berpikir dan kontribusi intelektual bagi masyarakat.

Di kesempatan itu, Prof. Danial menyampaikan bahwa kehadiran program doktor di Langsa menjadi peluang besar bagi masyarakat Aceh untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus keluar daerah. 

"Kini sudah ada program doktor di Langsa, jadi tidak perlu jauh-jauh lagi, namun yang kita harapkan adalah lahirnya kematangan akademik yang aplikatif dan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Dalam closing statement, Direktur Pascasarjana Dr. Amiruddin Yahya kembali menegaskan bahwa seorang doktor harus memiliki cara berpikir filosofis dan mampu melihat persoalan masyarakat secara mendalam dan integratif. 

Dia juga meluruskan pemahaman tentang Islam Nusantara sebagai Islam yang tumbuh dan berkembang di kawasan Nusantara dengan kekayaan budaya dan sejarahnya.

Baca juga: Polres Langsa Musnahkan 2,Kg dari 6 Kasus Pengungkapan, 8 Tersangka Ditangkap

Selain itu, ia menekankan pentingnya transformasi keilmuan Islam yang tidak berhenti pada aspek ritual semata, tetapi dapat dikaji melalui berbagai perspektif ilmu pengetahuan. 

“Doktor itu gelar akademik, sedangkan profesor adalah jabatan akademik. Program doktor harus melahirkan pemikiran, gagasan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Workshop tersebut juga membahas roadmap pengembangan Program Doktor Studi Islam IAIN Langsa, mulai dari penerimaan mahasiswa perdana.

Lalu, penguatan kapasitas dosen, pengembangan infrastruktur riset, hingga target menjadi pusat rujukan kajian Islam unggulan di Sumatera dan Asia Tenggara.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved