Kamis, 14 Mei 2026

Berita Aceh Besar

135 Pengajar "Beut Kitab Bak Sikula" Ikuti Bimtek Angkatan Terakhir

Bimtek tersebut dibuka Bupati Aceh Besar Muharram Idris. Diketahui 135 pengajar tersebut merupakan angkatan IV sekaligus sesi terakhir sejak...

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/FOTO/ MC ACEH BESAR
SEMATKAN TANDA PESERTA - Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyematkan tanda peserta Bimbingan Teknis "Beut Kitab Bak Sikula" di Aula Disnakertrans Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (13/5/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Sebanyak 135 Pengajar "Beut Kitab Bak Sikula" mengikuti Bimbingan Teknis di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (13/5/2026).

Bimtek tersebut dibuka Bupati Aceh Besar Muharram Idris. Diketahui 135 pengajar tersebut merupakan angkatan IV sekaligus sesi terakhir sejak bimbingan tersebut digelar mulai 30 April hingga 13 Mei 2026. 

Total guru pengajar yang telah mengikuti Bimtek program Bupati Aceh Besar Beut Kitab Bak Sikula itu berjumlah 457 guru yang akan mendidik 29.000 siswa mulai kelas 4,5,6 SD dan 1,2,3 SMP pada sejumlah lembaga pendidikan di Aceh Besar.

"Alhamdulillah, setelah Bimtek Angkatan IV ini, kita berharap seluruh Guru Pengajar Program Beut Kitab Bak Sikula ini memiliki pemahaman yang sama terhadap tujuan dan output dari visi dan misi Pemkab Aceh Besar," ujar Muharram.

Ia mengatakan, program yang akan menyasar 29.000 siswa mulai SD dan SMP itu, akan diberikan pemahaman terkait Tata Cara Bersuci, Fiqih Pemula hingga Dasar - dasar Amaliyah Fardhu Ain Lainnya. 

"Semoga anak-anak kita memahami dasar-dasar fardhu ain, sehingga nantinya lulus SMP dapat memilih sendiri arah Pendidikan lebih lanjut. Dan inilah tugas kita para guru pengajar nanti, " kata Syech Muharram.

Plt Kadisdikbud Aceh Besar, Rahmawati, SPd MSi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bimtek ini berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan para ulama dayah dan MPU sebagai pemateri utama. 

Selain itu, materi juga akan disampaikan oleh pihak dinas guna memastikan integrasi kurikulum berjalan efektif.

“Hari pertama para peserta akan menerima materi dari ulama dayah terkait substansi pengajaran kitab, sementara pada sesi lainnya akan diberikan materi dari dinas untuk mendukung metode dan pendekatan pembelajaran di sekolah,” ujar Rahma.(*)

 

 

 

 


 

 
 
 

 
 
 

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved