Jumat, 15 Mei 2026

Sekolah Nasional

Subulussalam Segera Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi

Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) segera dibangun di Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam. Kehadiran sekolah ini diharapkan membuka

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
for serambinews
LIHAT LOKASI - Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin bersama Wakil Wali Kota Nasir Kombih, Kepala BPMP Aceh, Syafran dan Tim Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat melakukan penijauan lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi di Desa Lae Saga, Selasa (12/5/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) segera dibangun di Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam. Kehadiran sekolah ini diharapkan membuka akses pendidikan bermutu, tidak hanya bagi anak-anak Subulussalam, tetapi juga bagi pelajar dari wilayah perbatasan Kabupaten Aceh Singkil.

Wali Kota Subulussalam M Rasyid, yang akrab disapa Haji Rasyid Bancin (HRB), menjelaskan pemilihan Desa Lae Saga sebagai lokasi pembangunan SNT karena letaknya strategis dan berdekatan dengan Kecamatan Singkohor dan Kota Baharu, Kabupaten Aceh Singkil.

“Anak-anak Aceh Singkil boleh sekolah di SNT. Nanti dari Singkohor dan Kota Baharu akan dijemput,” ujar HRB.

Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan model pendidikan terpadu yang menggabungkan jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK dalam satu kawasan dengan tata kelola terintegrasi. Konsep ini dirancang untuk menciptakan pembelajaran berkelanjutan, inklusif, modern, serta bebas pungutan atau gratis demi pemerataan mutu pendidikan.

Baca juga: Sekolah Nasional Terintegrasi Segera Dibangun di Kota Subulussalam, Nilai Verifikasi Tertinggi

Pembangunan SNT di Subulussalam disebut sebagai hasil dari kegigihan HRB yang melakukan lobi secara maraton ke pemerintah pusat. Saat ini, pembangunan tinggal menunggu surat keputusan (SK) penetapan dari kementerian terkait.

Dalam proses verifikasi lapangan, Subulussalam meraih skor 4,5 dari nilai tertinggi 5. Skor tersebut menempatkan Subulussalam sebagai satu-satunya daerah dengan kategori “sangat layak”, sehingga terpilih sebagai satu dari 11 lokasi pembangunan SNT pada tahun ini.

Kepastian itu diperoleh setelah Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto menyatakan seluruh dokumen pembangunan SNT di Kota Subulussalam lengkap dan memenuhi syarat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat bersama yang dihadiri HRB dan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh Syafran, setelah dilakukan verifikasi dan validasi dokumen usulan pembangunan SNT di Desa Lae Saga.

“Alhamdulillah, Pak Dirjen menegaskan dokumen pembangunan SNT di Kota Subulussalam telah lengkap dan memenuhi syarat. Secara lisan sudah disampaikan, tinggal menunggu SK dari kementerian,” kata HRB saat dihubungi Serambinews.com, Kamis (14/5/2026).

Sebelumnya, tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan peninjauan lokasi SNT di Desa Lae Saga pada Selasa (12/5/2026). Usai mendampingi peninjauan tersebut, HRB bersama Kepala BPMP Aceh langsung bertolak ke Jakarta untuk menyerahkan kelengkapan dokumen.

Lahan yang disiapkan untuk pembangunan SNT seluas 21 hektare. Pembangunan direncanakan dimulai tahun ini dengan anggaran yang nilainya disebut lebih besar dari pembangunan Sekolah Rakyat yang saat ini juga berjalan di Kota Subulussalam.

HRB menegaskan dirinya menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan, sejalan dengan latar belakangnya sebagai pendidik. Upaya tersebut juga merupakan bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menurut HRB, terdapat tiga model sekolah dalam program nasional, yakni Sekolah Rakyat (SR), Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), dan Sekolah Unggul Garuda, yang seluruhnya ditargetkan hadir di Kota Subulussalam.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Subulussalam saat ini tengah dikerjakan oleh Waskita Karya. Sekolah tersebut berada di bawah Kementerian Sosial dan menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin pada desil 1 dan 2.

“Saat ini SR sudah berjalan dengan rintisan 100 siswa, dan SR permanen sedang dibangun,” jelas HRB.

Sementara itu, SNT ditujukan bagi peserta didik dari desil 3 hingga 7, meskipun tidak menutup kemungkinan menerima siswa dari desil di bawahnya. Adapun Sekolah Unggul Garuda ditujukan bagi anak-anak berprestasi akademik maupun nonakademik (gifted and talented), yang juga telah diusulkan pembangunannya di Subulussalam.

HRB optimistis, apabila ketiga model sekolah tersebut terwujud seluruhnya, maka visi mewujudkan Kota Subulussalam yang Islami, maju, dan berkelanjutan dapat segera tercapai. (*)

Teks Foto:
Verifikasi Lokasi: Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin bersama Wakil Wali Kota Nasir Kombih, Kepala BPMP Aceh Syafran, serta tim Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat meninjau lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi di Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib, Selasa (12/5/2026).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved