Aceh Besar
Menwa WSK Kompi A ISBI Aceh Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda
Semangat “Berani Bela, Berani Beda” digaungkan Resimen Mahasiswa Wira Satya Karya Kompi A Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh...
Ringkasan Berita:
- Semangat “Berani Bela, Berani Beda” digaungkan Resimen Mahasiswa Wira Satya Karya Kompi A ISBI Aceh lewat pembinaan bela negara bersama mahasiswa dan siswa SMA/SMK se-Kota Jantho, Rabu (13/5/2026).
- Kegiatan yang berlangsung di Auditorium ISBI Aceh itu dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dra. Ratri Candrasari, M.Pd.
- Komandan Kompi A Wira Satya Karya ISBI Aceh, Riska Ananda, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjangkau lebih luas lintas jenjang pendidikan.
SERAMBINEWS.COM, KOTA JANTHO - Semangat “Berani Bela, Berani Beda” digaungkan Resimen Mahasiswa Wira Satya Karya Kompi A Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh dalam kegiatan pembinaan bela negara bersama mahasiswa dan siswa SMA/SMK se-Kota Jantho, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium ISBI Aceh itu dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dra. Ratri Candrasari, M.Pd. Hadir juga sebagai undangan Komandan Batalyon 01/WB-USK. Dalam sambutannya, Ibu Can menekankan bahwa pembinaan karakter tidak bisa ditunda jika Indonesia ingin menjaga keberlanjutan nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi dan disrupsi digital.
"Kami mendukung penuh kegiatan positif yang memberi manfaat langsung bagi kampus, generasi muda, dan bangsa. Pembinaan karakter adalah investasi jangka panjang untuk menjaga Indonesia," ujar Ratri Candrasari.
Sebagai pelaksana kegiatan, Komandan Kompi A Wira Satya Karya ISBI Aceh, Riska Ananda, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjangkau lebih luas lintas jenjang pendidikan.
"Melibatkan delegasi ormawa dan siswa SMA/SMK adalah upaya kami agar nilai bela negara tidak berhenti di kampus, tapi turun langsung ke sekolah," ujar Riska Ananda.
Kepala Staf Resimen Mahasiswa Mahadasa Aceh, Eko Arrahman, S.Pd., Gr., hadir sebagai narasumber utama. Ia memaparkan bahwa bela negara hari ini tidak lagi dimaknai sempit sebagai pertahanan fisik. Sikap disiplin, menjaga persatuan, meningkatkan kualitas pendidikan, menaati aturan, dan aktif dalam kegiatan sosial-budaya dinilai sebagai bentuk nyata bela negara di era sekarang.
"Bela negara itu sikap sehari-hari. Ketika pelajar menolak menyebarkan hoaks, ketika mahasiswa berani berdiskusi tapi tetap santun, ketika kita taat aturan lalu lintas, itu semua menjaga republik," kata Eko.
Melalui tema “Berani Bela, Berani Beda”, peserta diajak memahami bahwa keberanian membela negara bisa diwujudkan lewat hal-hal positif. Peserta didorong berani tampil produktif, berani menyampaikan pendapat dengan bijak, dan berani menghargai perbedaan di tengah masyarakat majemuk. Sesi khusus juga diberikan untuk melatih cara menyampaikan pendapat secara terstruktur, santun, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari sikap warga negara yang baik.
Sesi berbagi pengalaman menjadi titik paling hidup dalam kegiatan. Tiga alumni Menwa WSK Kompi A ISBI Aceh hadir langsung: Sandi Maulana, M.Ds, Syukrullah, S.Ds, dan Ibnu Kasab, S.Sn. Mereka menceritakan perjalanan sejak pendidikan dasar militer, proses penempaan disiplin, hingga kesempatan mengikuti pendidikan pelayaran bersama TNI di kapal pendidikan dan berbagai pendidikan lanjutan skala nasional.
"Di diksar kita ditempa mental dan fisik. Tapi yang paling penting adalah belajar tanggung jawab dan kerja tim. Nilai itu yang dipakai sampai sekarang, baik di dunia kerja maupun di masyarakat," kata Sandi Maulan.
Cerita alumni tersebut menjadi penguat pesan bahwa karakter dan kepemimpinan bisa dibentuk sejak dini melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Bagi peserta, kisah itu sekaligus membuka wawasan bahwa jalur bela negara terbuka luas, tidak hanya lewat jalur militer, tetapi juga lewat profesi dan pengabdian sipil.
Baca juga: ISBI Aceh Gandeng PSU Tailan Jalin Kerja Sama Strategis Pendidikan di Phuket
Regenerasi Menwa yang Tak Putus
Pembina Resimen Mahasiswa ISBI Aceh, Maghfirah Murni Bintang Permata, S.Pd, M.Sn, juga menegaskan posisi Resimen Mahasiswa sebagai organisasi kemahasiswaan yang berada di bawah naungan kampus secara menyeluruh, bukan hanya program studi tertentu. Status ini membuat Menwa memiliki peran strategis dalam membangun semangat kebangsaan, kedisiplinan, dan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dan negara.
Menwa WSK Kompi A ISBI Aceh merupakan salah satu organisasi yang regenerasinya berjalan berkelanjutan. Meski anggota telah purna tugas sebagai mahasiswa, ikatan alumni tetap aktif membina kader baru. Berbeda dengan organisasi kemahasiswaan berbasis prodi, Menwa memiliki mandat langsung untuk pembinaan bela negara di tingkat kampus.
"Menwa tidak berhenti ketika lulus. Setelah itu, peran sebagai alumni menjadi jembatan untuk menjaga nilai-nilai yang sudah ditanamkan agar tidak putus di generasi berikutnya," jelas Pembina Menwa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Menwa-ISBI-Aceh-gelar-pembinaan-bela-negara-bersama-mahasiswa-dan-siswa.jpg)