Jumat, 15 Mei 2026

Berita Aceh Selatan

Hati-hati, Ada Pengerukan Jalan di Jembatan Puloe Ie Aceh Selatan, Rawan Kecelakaan

Minimnya rambu-rambu keselamatan membuat sejumlah pengendara, terutama sepeda motor, terjatuh saat melintas di jalur nasional tersebut.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
RAWAN KECELAKAAN - Jalan lintas nasional Tapaktuan-Subulussalam, tepatnya kawasan Jembatan Puloe Ie, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan rawan kecelakaan usai dikeruk untuk pembangunan, namun hingga kini belum dilakukan pengaspalan, Kamis (14/5/2026). 

Laporan Ilhami Syahputra | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Proyek pengerukan jalan di kawasan Jembatan Puloe Ie, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, menuai sorotan tajam dari masyarakat.

Minimnya rambu-rambu keselamatan membuat sejumlah pengendara, terutama sepeda motor, terjatuh saat melintas di jalur nasional tersebut.

Warga menilai kondisi ini sangat berbahaya karena badan jalan dikeruk cukup dalam, sekitar tiga inci tanpa adanya tanda peringatan memadai.

Permukaan jalan yang beralur kasar membuat pengendara kehilangan keseimbangan.

“Pengendara harus mengerem mendadak karena tidak ada tanda kalau jalan sedang diperbaiki. Banyak sepeda motor jatuh,” ungkap Indra, salah seorang pengendara, Kamis (14/5/2026) malam.

Kekhawatiran semakin besar karena lokasi pengerjaan berada di atas jembatan dengan aliran sungai di bawahnya.

Baca juga: Jalan Berlubang di Aceh Timur Renggut Nyawa, YARA Desak Penyelenggara Jalan Dipidana

Risiko kecelakaan fatal bisa terjadi jika pengendara panik atau tersenggol kendaraan lain.

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Gampong Ujung Batee, Kecamatan Pasie Raja, di mana proyek jalan berlangsung tanpa papan informasi maupun rambu peringatan yang layak.

Masyarakat mendesak BPJN Aceh dan Satker PJN Wilayah II PPK 2.4 untuk memperketat pengawasan terhadap kontraktor pelaksana.

“Jangan tunggu ada korban jiwa baru sibuk memasang rambu. Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas, bukan sekadar mengejar target pekerjaan,” tegas Indra.

Ia meminta agar segera dipasang papan peringatan jelas, lampu penerangan malam, traffic cone, serta pengamanan di seluruh titik pengerokan.

Menanggapi hal tersebut, staf PPK 2.4 Satker Wilayah II BPJN Aceh, Isdiardi menyatakan, pihaknya sudah memerintahkan rekanan untuk memasang kembali rambu-rambu keselamatan.

Baca juga: Perbaikan Jalan Rusak di Ruas Bireuen-Gandapura Dimulai, Dibiayai APBN Senilai Rp Rp 142 Miliar 

“Saya sudah perintahkan besok harus pasang lagi rambu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengaspalan jalan akan lebih dulu dilakukan di Kecamatan Sawang sebelum dilanjutkan ke titik lain.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa proyek infrastruktur tidak hanya soal kualitas hasil, tetapi juga keselamatan masyarakat selama proses pengerjaan.

Tanpa rambu yang memadai, proyek jalan justru bisa menjadi ancaman bagi pengguna jalan.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved