Minggu, 17 Mei 2026

Info Haji Aceh

Jamaah Aceh Bawa Oleh-oleh untuk Nazhir Baitul Asyi

Jamaah haji Aceh yang tergabung dalam Kloter 8 BTJ membawa ‘bungong jaroe’ atau buah tangan khas Aceh untuk Abdul Latif Muhammad Baltu

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews/IST
SERAHKAN BUNGONG JAROE - Perwakilan jamaah Kloter 8 BTJ Aceh asal Aceh Besar, Bireuen, dan Gayo Lues menyerahkan bungong jaroe kepada Abdul Latif Muhammad Baltu di Pemondokan Burj Al Wahda Al Mutamayiz Hotel, kawasan Jarwal, Mekkah, Jumat (15/5/2026). 

Jamaah haji Aceh yang tergabung dalam Kloter 8 BTJ membawa ‘bungong jaroe’ atau buah tangan khas Aceh untuk Abdul Latif Muhammad Baltu selaku nazhir Wakaf Baitul Asyi. 

Oleh-oleh yang diserahkan berupa kopi Aceh, ija krong, dan sejumlah makanan khas Aceh lainnya. Penyerahan dilakukan usai para jamaah menerima dana wakaf Baitul Asyi di Pemondokan Burj Al Wahda Al Mutamayiz Hotel, kawasan Jarwal, Mekkah, Jumat (15/5/2026) sore.

Setiap jamaah menerima dana wakaf sebesar 2.000 riyal atau sekitar Rp 9,2 juta. Suasana syukur dan penuh kegembiraan tampak menghiasi wajah para jamaah saat menerima dana wakaf tersebut. Usai penyerahan dana wakaf, perwakilan jamaah Kloter 8 BTJ Aceh yang dipimpin Ketua Kloter, Khalid Wardana, menyerahkan langsung buah tangan khas Aceh kepada Syaikh Baltu.

Jamaah Kloter 8 BTJ Aceh berasal dari Aceh Besar, Bireuen, dan Gayo Lues. Mereka tiba di Mekkah pada Rabu (13/5/2026) pukul 17.30 waktu Arab Saudi dengan jumlah 393 jamaah, terdiri atas 142 laki-laki dan 251 perempuan. Khalid Wardana mengatakan seluruh jamaah telah melaksanakan thawaf, sai, dan tahallul sebagai rangkaian ibadah haji tamattu.

“Dua hari pasca kedatangan, seluruh jamaah mendapat undangan dari nazhir Wakaf Baitul Asyi untuk penerimaan dana wakaf dan semuanya telah menerima,” ujarnya.

Menurut Khalid, dana Wakaf Baitul Asyi diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat Aceh tentang pentingnya gerakan wakaf dan pemanfaatan potensi wakaf secara berkelanjutan untuk pemberdayaan ekonomi umat. “Potensi wakaf di Aceh sangat besar, tetapi belum diberdayakan dan dikelola secara profesional,” kata Khalid yang juga Wakil Ketua BWI Aceh Besar.

Penyerahan dana wakaf Baitul Asyi untuk Kloter 8 turut dihadiri Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Tgk H Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, Tgk Jamaluddin Affan, serta petugas kloter lainnya. 

Dana Wakaf Baitul Asyi berasal dari aset peninggalan Habib Abdurrahman bin Alwi Al Habsyi, ulama asal Aceh yang mewakafkan hartanya untuk kepentingan masyarakat Aceh yang menunaikan ibadah haji. Wakaf tersebut telah berlangsung selama sekitar 220 tahun dan terus dikelola oleh nazhir yang diberi amanah untuk menjaga serta menyalurkannya kepada jamaah Aceh yang berhak menerima.

Pada musim haji 2026, pengelola Wakaf Baitul Asyi menyalurkan sekitar 11,2 juta riyal kepada 5.426 jamaah haji asal Aceh. Nilai aset Wakaf Baitul Asyi diperkirakan mencapai lebih dari 200 juta riyal atau sekitar Rp 5,2 triliun. Aset tersebut berkembang menjadi bangunan strategis di Mekkah, di antaranya Hotel Ajyad 25 lantai dan Menara Ajyad 28 lantai yang berada dekat Masjidil Haram dan mampu menampung lebih dari 7.000 orang.(mun)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved