Selasa, 19 Mei 2026

Info Haji 2026

Jamaah Haji Manasik di Mock-Up Garuda Indonesia, Diutamakan Bagi yang Belum Naik Pesawat

Keberadaan mock-up pesawat Garuda Indonesia di halaman Asrama Haji Kelas I Aceh menarik perhatian jamaah maupun keluarga....

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/Muhammad Nasir
MANASIK DI DALAM PESAWAT – Para jamaah haji Aceh saat menjalani manasik langsung di dalam mock-up pesawat Garuda Indonesia di halaman Asrama Haji Kelas I Aceh, Senin (18/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Mock-up pesawat Garuda Indonesia di Asrama Haji Kelas I Aceh menjadi sarana manasik bagi jamaah haji, khususnya yang belum pernah naik pesawat.
  • Jamaah mendapat edukasi langsung mengenai prosedur penerbangan, penggunaan sabuk pengaman, toilet pesawat, hingga tata cara keselamatan selama penerbangan menuju Tanah Suci.
  • Kepala Asrama Haji Aceh, Irsyadi menyebut fasilitas tersebut sangat membantu jamaah memahami kondisi penerbangan secara nyata.

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Keberadaan mock-up pesawat Garuda Indonesia di halaman Asrama Haji Kelas I Aceh menarik perhatian jamaah maupun keluarga. Setiap kloter jamaah mendapatkan kesempatan melakukan manasik langsung di dalam pesawat tersebut. Mereka yang diutamakan jamaah yang belum naik pesawat, kepala rombongan (karom), hingga kepala regu (karu).

Dalam setiap kloter yang akan diterbangkan ke tanah suci, beberapa jamaah mendapatkan kesempatan menaiki pesawat, dan mendapatkan penjelasan. Bagi mereka yang pertama kali naik pesawat, kesempatan ini tentu menakjubkan. Mereka bisa merasakan suasana di dalam pesawat secara nyata.

Senin (18/5/2026) sore, para jamaah dari kloter 13 tampak antusias saat diminta memasuki mock-up pesawat raksasa yang berada di halaman depan asrama haji itu.

“Sangat berkesan dan sangat berguna, karena selama ini kita tidak tahu seperti apa kondisi di dalam pesawat. Lalu apa-apa saja yang ada di dalam dan kegunaannya,” ujar Agus Saputra, jamaah asal Sungai Hiu, Aceh Tamiang yang mengaku baru pertama kali naik pesawat.

Bagi Agus, pengalaman penerbangan pertamanya langsung menaiki pesawat jarak jauh ke tanah suci, yang akan menempuh waktu hingga delapan jam. Sehingga edukasi ini sangat penting, agar ia paham mengenai hal-hal dasar.

Manasik di dalam pesawat diutamakan bagi kepala rombongan (karom), kepala regu (karu), serta jamaah yang belum pernah menaiki pesawat. Di dalam mock-up pesawat, pihak Asrama Haji menghadirkan pramugari senior untuk memberikan penjelasan kepada jamaah mengenai tahapan boarding, instrumen yang ada di pesawat, serta tata cara keselamatan jika terjadi insiden. Mereka juga memaparkan berbagai hal yang perlu dilakukan selama berada di dalam pesawat.

“Kita juga dapat penjelasan mengenai kapan harus pakai dan boleh lepas sabuk pengaman. Ini kloter kita kan banyak jamaah yang sudah tua-tua, mungkin malas pakai sabuk pengaman, makanya tadi kita dapat edukasi pentingnya sabuk pengaman,” ujarnya.

Menurutnya, pemberian gambaran mengenai toilet pesawat juga membuat beberapa jamaah terkejut. Karena ukurannya yang kecil dan cara penggunaan yang berbeda dari toilet pada umumnya.

Mock-up pesawat tersebut nyaris menyerupai pesawat yang sebenarnya akan dinaiki jamaah. Hanya saja, karena mock-up itu merupakan jenis Boeing 737-500, jumlah kursinya lebih sedikit dibandingkan pesawat jenis Boeing 777-300ER atau Airbus A330-300, yang akan menerbangkan jamaah ke Tanah Suci. 

Namun, penggunaan kamar mandi, seatbelt, kabin bagasi, hingga berbagai prosedur lainnya dibuat semirip mungkin dengan kondisi di pesawat asli.

Beberapa jamaah yang belum pernah merasakan naik pesawat mengaku memperoleh pengalaman berbeda ketika diberikan kesempatan memasuki mock-up pesawat tersebut.

Baca juga: Dari Kamar hingga Konsumsi, Pelayanan Asrama Haji Aceh Tuai Pujian Jamaah

Kepala Asrama Haji Kelas I Aceh, Irsyadi, mengaku keberadaan mock-up pesawat Garuda Indonesia di Asrama Haji sangat bermanfaat bagi jamaah. Menurutnya, jamaah mendapatkan edukasi dan pemahaman lebih jelas tentang kondisi di dalam pesawat karena mereka dapat melihat dan merasakan langsung suasananya, bukan sekadar mendengarkan penjelasan.

Irsyadi mengatakan manasik ini sangat bermanfaat, terutama bagi jamaah yang belum pernah naik pesawat, termasuk para karom dan karu. Dengan demikian, mereka nantinya dapat membantu memberikan penjelasan kepada jamaah lain mengenai kondisi di dalam pesawat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved