Selasa, 19 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Jadup Belum Cair, Warga Ramai Jual Emas di Aceh Tamiang

“Banyak yang jual karena menunggu jaminan hidup pascabanjir bandang pada 26 November 2025,” ujar Abdul Hafiz.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
NAIK TAJAM - Harga emas di Aceh Tamiang naik tajam membuat harga emas London melambung Rp7,4 juta per mayam, Rabu (12/11/2025). Sementara hari ini, Selasa (19/5/2026) warga Aceh Tamiang dilaporkan ramai-ramai menjual emas karena tekanan ekonomi. 

Ringkasan Berita:
  • Fenomena menjual emas sedang tren di Aceh Tamiang
  • Lonjakan transaksi ini terjadi karena harga emas sedang tinggi, sementara sebagian warga masih menunggu pencairan bantuan jaminan hidup (jadup) pascabanjir bandang November 2025.
  • Di Toko Emas Nusantara, Kualasimpang, terlihat lebih banyak warga menjual perhiasan dan simpanan emas dibanding membeli. 
  • Menurut pekerja toko, Abdul Hafiz, banyak warga melepas emas untuk kebutuhan sehari-hari sembari menunggu kepastian jadup. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Aksi menjual emas sedang tren di kalangan masyarakat Aceh Tamiang.

Lonjakan transaksi ini disebabkan harga emas sedang dalam kondisi tinggi dan sebagian masyarakat mengaitkannya dengan belum cairnya bantuan jaminan hidup (jadup).

Aktivitas itu terlihat di Toko Emas Nusantara, Komplek Pertokoan Kencana Indah, Kota Kualasimpang, Selasa (19/5/2026).

Warga lebih banyak datang menjual perhiasan maupun simpanan emas dibanding membeli.

Pekerja Toko Emas Nusantara, Abdul Hafiz, mengatakan harga emas London kadar 99 persen saat ini berada di angka Rp 8.300.000 per mayam, sedangkan emas kadar 97 persen dijual Rp 8.200.000 per mayam.

Untuk emas 22 karat, harga jual berada di kisaran Rp 1.900.000 per gram.

Namun di tengah kenaikan harga tersebut, tren transaksi berubah.

Menurut Hafiz, masyarakat kini lebih banyak menjual emas ketimbang menyimpan atau membeli.

“Banyak yang jual karena menunggu jaminan hidup pascabanjir bandang pada 26 November 2025,” ujar Abdul Hafiz.

Baca juga: Wagub Aceh Pimpin Rakor Percepatan Pemulihan Pascabencana, Persoalan Huntap dan Jadup Mencuat

Tekanan Ekonomi

Fenomena ini disebut menjadi gambaran tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga terdampak banjir bandang akhir 2025 lalu.

Emas yang selama ini disimpan sebagai tabungan keluarga mulai dilepas untuk menutup kebutuhan sehari-hari.

Bagi sebagian warga, tingginya harga emas menjadi peluang untuk mendapatkan uang tunai lebih besar.

Namun di sisi lain, kondisi itu juga menunjukkan masih adanya keluarga yang bertahan dengan menjual aset sembari menunggu kepastian bantuan hidup pascabencana.

Jadup merupakan salah satu program pemerintah untuk percepatan pemulihan sosial dan ekonomi yang terdampak banjir bandang 2025.

Hasil pendataan warga yang berhak menerima jadup sebanyak 40.515 keluarga atau 143.711 jiwa. (*) 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved